Blog Archives

Aside

Pecinan adalah sebuah kawasan untuk bermukim masyarakat Tionghoa. Beratus tahun yang lalu mereka tinggal di Magelang. Mereka berasimilasi sehingga sosial budaya, adat, tradisi, kuliner dll seolah menjadi bagian dari sejarah kota ini.

Pun dalam perkembangan tata kota. Masyarakat Tionghoa menjadi sebuah bagian tak terpisahkan dari sebuah sejarah. Makanannya seolah mengakrabi lidah semua orang, kesenian Barong Sai & Liong Samsi selalu di nanti orang. Di Pecinan pula terlahir orang-orang tersohor di masanya, yang turut berkontribusi memberi warna pada kota dan negeri ini.

Jika anda tertarik untuk lebih mengenal sejarah masyarakat Tionghoa dan kawasan Pecinan di kota ini, ayo ikuti

#acara:
“DJELADJAH PETJINAN MAGELANG”

– Hari, tanggal : Minggu, 2 Februari 2014
– Jam: 07.00 – 14.00 wib
– Tempat Kumpul: Kelenteng Liong Hok Bio Jl. Alun-alun Selatan No. 2 Kota Magelang

– Kontribusi : Rp 10.000,- (fasilitas : makalah, air mineral, snack).

#Pendaftaran:
Cara Pendaftaran : PETJINAN (spasi) Nama Anda,
kirim ke 0878 32 6262 69

#NB:
1. Peserta wajib memakai dress code/pakaian atas warna merah sebagai identitas event (kaos/baju dominan merah).

2. Membawa payung/jas hujan untuk mengantisipasi jika hujan turun (biasanya pada saat Imlek turun hujan).

3. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan jalan kaki/heritage walks dengan menempuh jarak kurang lebih 3 km.
Rute & lokasi kunjungan adalah:
– Kelenteng Liong Hok Bio di Jl. Aloon-aloon Selatan
– Pasar Tukangan Kulon di Jl. Pajajaran
– Rumah dr. Oei Hong Kian, dokter gigi Bung Karno di Jl. Tidar.
– Eks sekolah HCS/Holland Chinnesse School de Bijbel di Jl. Tidar (sekarang SMK Wiyasa)
– Usaha pembuatan kue keranjang di Bayeman
– Rumah Banyak di Jl. Daha di Tengkon

4. Jam kumpul peserta mulai:
– jam 07.00 – 07.45 wib : pembayaran uang kontribusi sekaligus daftar ulang peserta.
– Jam 07.45 – 08.00 wib : penyampaian briefing dan petunjuk teknis kegiatan.
– Jam 08.00 wib – selesai : mulai pelaksanaan kegiatan dengan lokasi kunjungan pertama adalah Kelenteng Liong Hok Bio. Dan di lanjut ke lokasi kunjungan berikutnya.

5. Peserta wajib sarapan pagi dulu sebelum mengikuti kegiatan.

6. Dan untuk peserta yang memakai sepeda motor atau mobil harap di parkir di luar Kelenteng karena selama kegiatan halaman parkir kelenteng harus steril dari kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor bisa di parkir di area parkir di depan Trio Plaza atau Eks Magelang Theater/utara Matahari Dept. Store.
7. Hal-hal yang belum tertulis pada catatan ini akan di sampaikan pada saat pelaksanaan kegiatan. Termasuk kegiatan yang akan di rencanakan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi selama kegiatan berlangsung di lapangan.

Ayo kenali kotamu, pelajari sejarahnya dan cintai negerimu !
SAVE HERITAGE & HISTORY IN MAGELANG !

Agenda Event KOTA TOEA MAGELANG – Minggu 2 Februari 2014 : “DJELADJAH PETJINAN MAGELANG”

Aside

Image

[foto : Stanplats tempo doeloe tempat mangkal angkutan kota di kisaran tahun 1960-an di depan Stasiun Magelang Pasar, sekarang menjadi kawasan shoping di sisi barat Jl. Sudirman]

Magelang sebagai kota yang berada di tengah-tengah antara kota Semarang, Jogja dan Purworejo memiliki nilai strategis dalam pelayanan angkutan umum. Angkutan umum ini melayani ke berbagai jurusan, baik ke kota-kota seperti tersebut tetapi juga melayani kota-kota kecil di sekitarnya. Angkutan umum itu bisa berupa otobis,oplet, bemo ataupun kereta api.

Untuk stasiun kereta api berada di Stasiun Magelang Passar dan Stasiun Magelang Kota yang di bangun pada kisaran tahun 1900an. Sedangkan Terminal yang ada di depan stasiun Magelang Passar [sekarang Shoping Center] sudah ada sejak tahun 1910-an. Pada tahun 1977 terminal Tidar di Barakan mulai berfungsi sebelum berpindah di Terminal Soekarno-Hatta pada tahun 1988 seperti sekarang ini.

Angkutan bis tersebut sangat beragam, ada yang masih memakai lantai dan pintu kayu ataupun sudah sedikit modern sesuai dengan perkembangan jaman. Dari yang berjalan santai hingga yang bisa berjalan cepat menjelajahi penjuru jalanan kota dan kota sekitarnya. Dari dulu berjalan di atas tanah berdebu hingga di atas jalanan beraspal yang halus. salah satu bis legendaris di jaman Belanda adalah VICTORIA yang melayani trayek antara Jogjakarta-Magelang. Ada juga bis ORANJE-NASSAU yang di pakai oleh anak-anak panti asuhan van Der Steur di Meteseh.

Angkutan bis pada tahun 1938 misalnya PARMADI seperti pada iklannya yang berbunyi :

Kwee Ing Hong merk Hong Liep Hoo

Tempoeran-Magelang

Autobusonderneming

PARMADI

Traject Poerworedjo-Magelang vv

Boleh di sewa [EXTRA] tanggoeng tida ada kerewelan. Onkost boleh beremboek

Djoega djoewal dan beli hasil boemi seperti KESELE, KATJANG-TANAH, BERAS, GAPLEK dan lain-lain

 Angkutan Permadi ini di miliki oleh Tan Gwan Hwa yang beralamat di Jalan Bayeman nomer 23. 

Atau ada juga iklan dari bus AM JAVA tahun 1938,yang kayak ini

VACANTI !

WAKTOE PALING BAUK BOEAT BERPIGIAN, DENGEN BANJAK TEMEN2 PAKE SELALOE :

 

A. M. JAVA-buusen

bus-bus baroe chauffeur2 uang bole di pertjaja.

taref rendah memoeasken.

keterangan bisa dapet sama:

TOKO TAN GR. WEG Z. 85 TEL 226 MAGELANG

 Angkutan bis A.M.JAVA di miliki oleh Tan Tik Liang di Muntilan.Sedangkan Toko Tan sekarang menjadi Toko Batik Bares di selatan Apotik Sumbing kawasan Jalan Pemuda Pecinan Magelang. 

 Atau yang ini 

Naeklah selamanya dengen Autobus Dienst

 

“ADAM GRABAG”

 

Traject Grabag-Magelang V. V.

Menjoekoepin segala kaperloean.

Selaloe menjenengken pada Langganan.

Moerah-Aman dan Tjepet.

Boeat penjewaan Extra bussen bisa reken sanget Meoerah.

Katerangan bisa dapet pada :

TAN SING DJIANG

Menowostraat-Magelang

 Sedangkan angkutan bis ADAM GRABAG di miliki oleh Tan Sing Djiang yang beralamat di Jalan Menowo 152 Magelang [sekarang Jalan A Yani]. Ada juga bis VICTORIA jurusan Magelang -Jogja yang termasuk juga bis legendaris.

Pada kisaran tahun 1966 juga ada angkutan Anugerah, Budiman & Waspada, Mansen, Marci, Margo Gesang, Nan Jang Tjan, Oei Bie Lay, Oei, Sedjati, Pangestu, Sedia, Seno, SKD, Sumbing, Sumeh, OHB, Drie, Tresno dan OMS. 

Berbagai jenis angkutan bis/PO atau Perusahaan Otobis tersebut memberi warna dalam perkembangan kota dan sistem transportasi kota. Keberadaanya nenjadi suatu nilai tersendiri meskipun harus jatuh bangun menghadapi persaingan yang tajam. Ada yang mampu bertahan lama atau malah cuma sesaat saja. Hanya OBL atau Oei Bie Lay saja yang sampai kini mampu bertahan. Nah walaupun begitu angkutan bis ini telah menjadi sebuah sejarah tersendiri bagi masyarakat yang pernah menaikinya. Sejuta kenangan tidak akan bisa terlupakan begitu saja bersama suka dan duka yang turut mewarnainya. Meski demikian angkutan bis ini ikut mewarnai Sejarah Magelang.

[ sumber : Damestooneeluitvoering Fu Nie Hui 1938 Magelang dan buku telepon Magelang tahun 1966]

Transportasi Bis di Magelang, dari Jaman Kolonial Hingga Era Tahun 1960-an