Category Archives: Uncategorized

Ayo Menjelajahi Perkampungan Di Seputar Candi Borobudur, Minggu 24 Agustus 2014

Standard

https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpf1/v/t1.0-9/10534654_10202759829018829_171696936012901063_n.jpg?oh=3cebcb155737bed6be84332cb6cebbed&oe=546F5F6B&__gda__=1417273940_e2a90f8edc3d62dbd157185f34891775

– AGENDA KTM – Minggu, 24 AGUSTUS 2014

Pesona Borobudur tidak hanya berupa Candi Borobudur dan Candi Pawon saja. Suasana desa, sawah, perbukitan, sungai, alamnya berpadu dengan kehidupan manusianya membentuk pesona alam yang luar biasa. Perbukitan Menoreh dan Sungai Progo menjadi batas alam wilayah ini. Di mana pesona alam itu bagaikan mutiara yang harus terus di asah agar berkilau.

Sungguh mengasyikkan jika pesona alam itu dapat di nikmati dengan bersepeda. Ya setiap kayuhan roda sepeda yang menelusuri setiap tapak jalan desa dan persawahan akan membuat kita dapat menikmati karunia Tuhan yang sungguh luar biasa itu. Apalagi mengenal lebih dekat dengan aktivitas warga yang ada di setiap kampung yang akan di kunjungi.

Jika anda tertarik ingin menikmati pesona di sekitar Borobudur dengan bersepeda, ayo ikuti event berikut ini :
– Nama Acara: “DJELADJAH SEPEDA DI BOROBOEDOER”

‪#‎PADA‬
– Hari/tanggal : Minggu Kliwon/24 Agustus 2014
– Jam : 07.00 WIB – selesai

– Tempat Kumpul :
Rental Sepeda sebelah Pondok Tingal Desa Wanurejo, Borobudur, Magelang (300 meter sebelah barat Jembatan Kali Progo Borobudur).

‪#‎BIAYA‬
– Biaya Pendaftaran : Rp 25.000,- [fasilitas : sepeda dan air mineral]

‪#‎Pendaftaran‬ & ‪#‎Info‬
– Cara Pendaftaran ketik: BOROBOEDOER [spasi] Nama Anda
– Kirim ke: 0878 32 6262 69

‪#‎NB‬:
1. Transportasi peserta dari rumah menuju ke tempat kumpul menjadi tanggungan masing-masing peserta. Peserta wajib sarapan pagi dahulu sebelum mengikuti kegiatan ini. Di sarankan untuk memakai topi sebagai pelindung dari terik panas matahari. Sebaiknya memakai kaos berwarna terang/muda untuk mengurangi panas.

2. Peserta WAJIB bisa mengendarai sepeda dan masing-masing peserta 1 orang 1 sepeda dan sudah di sediakan oleh panitia.

3. Makan siang ditanggung oleh masing-masing peserta yang lokasinya akan di tentukan kemudian dengan menyesuaikan situasi dan kondisi selama perjalanan.

4. Jam 07.00 – 08.00 WIB : Daftar ulang peserta sekaligus pembayaran beaya pendaftaran di lakukan sebelum acara di mulai di tempat kumpul yaitu di Rental Sepeda sebelah Pondok Tingal Desa Wanurejo, Borobudur, Magelang [300 meter sebelah barat Jembatan Kali Progo Borobudur]

5. Jam 08.00 – 08.15 WIB : briefing dan petunjuk teknis pelaksanaan acara dari panitia.

6. Jam 08.15 WIB ; start acara di mulai dengan rute Dusun Tingal – Kujon – Maitan – Nglipoh – Tuk Songo – Ngaran – Tingal. Dengan panjang rute sejauh kurang lebih 8 KM.

7. Lokasi kunjungan sangat menarik dan eksotis dengan pemandangan indah, menikmati aktivitas warga seperti pembuatan tikar pandan, pembuatan gerabah, dll.
Jangan lupa bawa kamera ya. Bersiaplah berkeringat mengayuh sepeda.

Dan jangan lupa wajib menjaga kebersihan selama perjalanan serta jangan membuang sampah sembarangan !

8. Hal-hal lain yang belum di tentukan akan di informasikan kemudian.

9. Kenali negerimu, pahami sejarahnya, cintai bangsamu !

SAVE HISTORY & HERITAGE IN MAGELANG !

UGM dan KOTA TOEA MAGELANG Data Bangunan Tua di Magelang

Standard

MAGELANG, KOMPAS.com – Bangunan tua era kolonial Belanda yang ada di Kota Magelang, Jawa Tengah, mulai didata oleh para dosen arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama komunitas Kota Toea Magelang (KTM).

Pendataan tersebut dilakukan sebagai upaya melestarikan ratusan bangunan tua sebagai cagar budaya. “Pendataan dilakukan mulai Minggu (17/11/2013) hingga beberapa hari ke depan,” ujar Bagus Priyana, koordinator KTM, Senin (18/11/2013).

Pendataan sekaligus pendokumentasian itu dilakukan oleh tim yang terdiri dari 20 orang anggota. Mereka tidak hanya dari anggota KTM saja, tapi ada juga pecinta bangunan tua dari luar kota, seperti Salatiga dan Solo. Bahkan, ada juga warga asing.

“Sebelum pendataan itu dilakukan, sebelumnya tim telah mengikuti workshop tentang cagar budaya,” kata Bagus.

Bagus berujar, bangunan tua yang ada akan dikategorikan dalam beberapa penilaian. Antara lain, kriteria fisik dan visual bangunan. Lalu ada kriteria nonfisik dan kriteria penanganannya.

Kriteria fisik dan visual antara lain seperti estetika, keluarbiasaan, memperkuat citra kawasan, keaslian bentuk secara arkeologis, dan keterawatan. Sementara kriteria nonfisik antara lain seperti peran sejarah, komersial, dan sosial-budaya.

“Ini untuk mempermudah identifikasi dan penanganan masing-masing bangunan selanjutnya,” ucap Bagus.

Dosen Arkeolog UGM, Musadad, mengaku senang bisa terlibat dalam langkah positif para pecinta bangunan tua ini. Selain sebagai bentuk pengabdian masyarakat, keterlibatannya ini juga guna turut serta dalam pelestarian bangunan bersejarah di Kota Sejuta Bunga.

“Kita mendapat teori di meja akademis dan kita aplikasikan di lingkungan masyarakat ini,” jelasnya.

Dia pun menyarankan agar hasil upaya ini dapat menjadi acuan, terutama bagi pemilik bangunan agar tetap melestarikannya. Lalu bisa mendorong pemerintah agar ikut peduli dan tidak asal membongkar bangunan tua.

“Harapan ke depan tentu bisa menjadi daya tarik wisata sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” harapnya.

sumber : http://regional.kompas.com/read/2013/11/18/1317079/Dosen.UGM.Data.Bangunan.Tua.di.Magelang

AGENDA KOTA TOEA MAGELANG – Minggu 1 Desember 2013

Standard

AGENDA KOTA TOEA MAGELANG – 1 Desember 2013

30 November diangkatlah Danukromo menjadi Bupati Magelang. Beliaulah yang mendirikan Aloon-aloon, Masjid dan Rumah Bupati di masa Inggris berkuasa. Boleh di pandang dialah pendiri Nagari Magelang hingga Belanda mengangkatnya kembali dengan gelar Danuningrat.

Anak keturunannya memimpin Kabupaten Magelang mulai dari Danuningrat I, Danuningrat II, Danuningrat III, Danukusumo dan Danusugondo.Di masa-masa pemerintahan bupati-bupati inilah Magelang berkembang dari sebuah Kademangan menjadi Kadipaten. Lalu seperti apakah jejak sejarahnya yang masih dapat kita telusuri ?

Ayo gabung bersama kami di even:
“LATJAK DJEDJAK 200 TAHOEN SEDJARAH KABOEPATEN MAGELANG”

#PADA:
Hari / tanggal: Minggu 1 Desember 2013.
Jam : 07.30-selesai.

#KUMPUL:
Tempat Kumpul : depan SD MAGELANG 6-7 JL. PAHLAWAN 21  Kota Magelang.

[nb : semula kumpul di halaman Masjid agung Kauman, akan tetapi karena di hari itu sedang dilaksanakan acara Car Free Day dimana dari jam 6-9 pagi akses jalan menuju Alun2 dan masjid di tutup untuk kendaraan bermotor maka lokasi kumpulnya dipindahkan di depan SD MAGELANG 6-7 JL. PAHLAWAN 21 KOTA MAGELAN \600 meter arah utara Alun2]

#INFO & #PENDAFTARAN
Cara Pendaftaran : Ketik MAGELANG [spasi] Nama Anda
kirim ke: 0878 32 6262 69.

GRATIS … !!!

#NB:
1. Para peserta wajib memakai sepeda motor, boleh sendirian atau berboncengan dan wajib memakai kelengkapan berkendara seperti helm dan surat-surat. Jangan lupa bawa mantol.

2. Rundown acara :
– jam 07.30 – 08.00 kumpul sekaligus registrasi ulang peserta.
– jam 08.00 – briefing dan petunjuk teknis dari panitia.
– jam 08.15 mulai kegiatan dengan lokasi kunjungan silahturahmi dengan keluarga trah Danusugondo dan Danuningrat di dalam Kota Magelang dan ziarah ke makam keluarga Trah Danuningrat di Kauman Payaman.