Monthly Archives: April 2017

Pabrik Cerutu AROMA yang Legendaris

Standard

Foto Bagus Priyana.

Pabrik cerutu AROMA di Mertoyudan sekitar tahun 1930an.

Magelang dikenal sebagai salah satu pusat pengolahan tembakau. Selain di olah sebagai rokok, tembakau juga di buat sebagai cerutu.

Salah satunya adalah Pabrik Cerutu AROMA merupakan salah satu pabrik terbesar di Magelang. Pabrik ini berlokasi di Groote weg Zuid yaitu di sekitar Mertoyudan. Diperkirakan lokasinya ARTOS MALL milik New Armada sekarang ini. Sebelumnya merupakan Pabrik Tenun “Mertojudan”.

Pabrik ini dimiliki oleh Tan Thiam Hok, seorang saudagar terkenal di masanya. Di era tahun 1920-40an pabrik ini mengalami kejayaan.

Hasil gambar untuk cerutu aroma magelang

Pabrik ini merupakan pabrik modern karena sudah memakai mesin-mesin modern sebagaimana iklan di bawah ini.

“Aan den Groote weg Zuid te Magelang (nabij Mertojoedan) bevinden zich de sigarenfabrieken van den heer TAN THIAM HOK, meer bekend als de AROMA-Sigarenfabrieken. Deze fabrieken zijn kortgeleden belangrijk vergroot en gemoderniseerd.”

(artinya kurang lebih seperti ini :

Pabrik cerutu ini dimiliki oleh TAN THIAM HOK dimana pabrik ini terkenal dengan nama Pabrik Cerutu AROMA. Lokasi pabrik ada di Jalan Raya Selatan di sekitar Mertoyudan. Pabrik ini pernah memodernisasi mesin-mesin untuk meningkatkan kapasitas produksinya).

Hasil gambar untuk cerutu aroma magelang

Hasil gambar untuk cerutu aroma magelang

foto : Ryan Febriyanto – Dunia Lawas

Mengenang Masa Lalu di Atjara Magelang Tempo Doeloe

Standard

Acara tahunan ini merupakan rangkaian event untuk memperingati Hari Jadi ke-1110 Kota Magelang. Diselenggarakan pada hari Jumat – Minggu tanggal 13 – 15 Mei 2016 di Alun-Alun Kota Magelang. Diberi nama ‘Atjara Magelang Tempo Doeloe’ karena bernuansa masa lalu. Dan pada tahun 2016 ini diberi tema “De Spijker van Java” yang artinya Magelang sebagai paku atas tanah Jawa. Hal ini terkait dengan adanya Gunung Tidar yang berada di tengah Kota Magelang, yang konon dianggap sebagai pakunya tanah Jawa.

Hari itu, Minggu tanggal 15 Mei 2016. Setelah dua jam perjalanan mengendarai sepeda motor dari Kota Semarang, sampailah saya di Alun-alun Magelang. Berbagai stand yang menjadi peserta Atjara Magelang Tempo Doeloe berjajar di alun-alun. Setiap stand dihiasi dengan rumbai-rumbai daun kering. Akan tetapi banyak stand yang belum buka, mungkin saya datang kepagian waktu itu, heheee…

Stand-stand pameran Atjara Magelang Tempo Doeloe beraneka ragam. Kebanyakan menjual barang-barang tempo dulu, seperti setrika dengan bahan bakar dari arang, uang koin dan uang kertas pada jaman dulu, buku-buku, kaset, mesin ketik, dan masih banyak lagi macamnya. Tak ketinggalan, aneka mebel khas jaman dulu juga menjadi pameran di acara ini. Nggak cuma dipamerkan saja, bisa dibeli juga lho. Aneka macam batik dan blangkon juga dijual di sini.

Adapun yang menjual beraneka kerajinan bambu. Kukusan berwarna-warni yang menghiasi stand-nya cukup bagus sebagai background foto. Kreatifitasnya bisa lah diberi acungan jempol. Maka dari itu, di stand tersebut diberi tulisan foto bayar Rp 2.000,- (nggak mau rugi, hahaa).

Di salah satu sudut terdapat pameran foto-foto Magelang zaman dulu. Jalan raya, sungai, bangunan-bangunan beberapa tahun silam seolah bercerita ‘ini lho, saya di masa lalu seperti ini’. Suasananya lengang, beda sekali dengan zaman sekarang yang hiruk pikuk. Dari foto-foto ini pula, saya tahu kalau Alun-alun Magelang dulunya ada air mancur di tengah-tengah. Wah seru juga ya.

Stand kuliner juga banyak tersedia di sini. Macam-macam lah pokoknya, saya nggak bisa sebutkan satu per satu, lha banyak yang belum dasar alias masih kepagian. Yang saya ingat adalah ada yang jualan cenil, lopis, ketan item, dan semacamnya.

Beberapa komunitas yang turut memeriahkan Atjara Magelang Tempo Doeloe di antaranya yaitu pecinta sepeda tua, sepeda motor bahkan vespa tua, hingga mobil tua.

Mobil antik dengan merk FORD-A tahun 1929 turut bersanding di Alun-alun. Banyak pengunjung yang mengabadikan diri di depan mobil ini. Uniknya, mobil ini masih menggunakan pelek dengan jeruji.

Adapun kendaraan tradisional yang cukup menarik perhatian di pameran ini. Kendaraan ini masih dipakai hingga sekarang. Saya sih menyebutnya dokar. Ditarik dengan menggunakan tenaga kuda. Kalau di sini kuda digantikan dengan patung yang terbuat dari kayu berwarna-warni. Keren!

Salah satu komunitas penggiat dolanan bocah tradisional bernama Gundul Pacul, mereka membawa bermacam-macam mainan anak tradisional yang tentu saja sudah jarang dimainkan di masa kini. Seperti egrang, yoyo, ketapel, dan lain-lain.

Tidak hanya pameran, Atjara Magelang Tempo Doeloe diisi juga dengan bermacam-macam kegiatan. Karena pada waktu saya ke sana di hari Minggu pagi, kegiatan yang akan berlangsung adalah lomba mewarnai untuk anak-anak.

Untuk mendukung berlangsungnya acara, dibangun sebuah panggung hiburan. Berbagai macam kegiatan nantinya akan dilaksanakan di atas panggung. Seperti yang sedang saya saksikan waktu adalah penampilan dari Komunitas Walang (Watoe Magelang).

Menarik. Terasa sekali nuansa masa lalunya. Semoga di tahun-tahun berikutnya semakin sukses dan saya bisa gandeng pasangan untuk diajak kemari 🙂

sumber :  http://kisahklasikduniaku.blogspot.co.id/2016/06/atjara-magelang-tempo-doeloe.html

#magelangtempodoeloe_2017

#magelangtempodoeloe

#mtd

 

Acara Pameran Magelang Tempo Doeloe 2017, Kembali Hadir

Standard

Salah satu acara favorit masyarakat dalam rangkaian hari Jadi Magelang adalah acara Pameran Magelang Tempo Doeloe. Acara yang biasa dikenal sebagai MTD ini ikut menyemarakkan Hari Jadi Magelang ke 1111 dan akan kembali di gelar pada 12-14 Mei mendatang di Aloon-aloon Kota Magelang.

Acara MTD sendiri di gelar pertama kali pada tahun 2006 oleh Komunitas Sepeda Tua Old Bikers VOC Magelang dengan tujuan mengenalkan sejarah kepada masyarakat Magelang melalui pameran. Pameran MTD sendiri berisim tentang pameran foto, pameran sepeda, motor dan mobil tua, jajanan rakyat, pentas seni budaya, layar tancap, jelajah sepeda tua, ritual budaya, fragmen perjuangan, dolanan bocah, sarasehan sejarah, pameran foto Magelang Tempo Doeloe, dll.

Setelah “beristirahat” di tahun 2007-2009, MTD kembali di gelar pada tahun 2010 hingga kini. Acara yang ngangeni ini rupanya sudah berkembang jauh lebih baik berkat dukungan semua pihak. Baik dari segi artistik, stand dan konten acara.

Sebagaimana biasanya, MTD selalu mengangkat hal-hal yang bersifat lokal khas Magelang. MTD selalu mengangkat tagline kota kita seperti “de Tuin van Java” (2012), “The Heritage City: (2013), “Mooi Magelang” (2014], “Ajo Koendjoengi Magelang” (2015), “de Spijker van Java” (2016).

 

Hasil gambar untuk logo pameran magelang tempo doeloe

MTD 2014

Hasil gambar untuk logo pameran magelang tempo doeloe

MTD 2015

Hasil gambar untuk logo pameran magelang tempo doeloe

MTD 2016

Hasil gambar untuk logo pameran magelang tempo doeloe

MTD 2017

Di tahun ini MTD akan mengambil tema “de Passar” yang artinya pasar. Sebagaimana diketahui bahwa pasar menjadi saksi sejarah tumbuh kembangnya suatu kota. Bukan hanya sekedar menjadi tempat jual beli barang, akan tetapi sebuah pasar merupakan sebuah “kehidupan” dari kota tersebut.

Hasil gambar untuk logo pameran magelang tempo doeloe

Dalam MTD kali ini akan di tampilkan foto-foto tempo dulu seputar perbakulan di jaman dulu. Selain tentu saja pameran foto Magelang Tempo Doeloe yang selalu di tunggu-tunggu oleh masyarakat.

Hasil gambar untuk logo pameran magelang tempo doeloe

MTD selalu menjadi acara yang di tunggu-tunggu karena memiliki konsep yang kuat dalam setiap pelaksanaan acaranya. Baik dari segi artistik maupun konten acaranya. Acara akan di buka oleh Waliokota Magelang pada Jumat 12 Mei jam 19.30 WIB. Meski demikian, stand-stand pameran mulai buka pada Jumat 12 Mei pukul 08.00 wib hingga 22.00 wib setiap harinya hingga 14 Mei mendatang.

Hasil gambar untuk logo pameran magelang tempo doeloe

Hasil gambar untuk logo pameran magelang tempo doeloe

Masyarakat bisa menikmati jajanan tradisional ayang ada di stand pameran. Pecinta barang lamapun bisa berburu kesukaannya, seperti mebel lawas, uang kuno, kerajinan, sepeda tua, dll.

Hasil gambar untuk logo pameran magelang tempo doeloe

Penampilan kisah perjuangan rakyat Magelang juga akan tersaji lewat fragmen perjuangan yang dipersembahkan oleh Komunitas Magelang Kembali. Suara tembakan dan semangat rakyat Magelang dalam melawan penjajah akan tersaji apik di acara ini.

https://kotatoeamagelang.files.wordpress.com/2015/03/3c477-aksiteatrikalmagelangkembali.jpg?w=652

#magelangtempodoeloe_2017

#magelangtempodoeloe

#mtd

Alun-Alun Kota Dikemas Jadi Magelang Tempo Dulu

Standard

Alun-Alun Kota Dikemas Jadi Magelang Tempo Dulu

Aneka Foto Magelang Tempo dulu

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)–Acara Magelang tempo dulu yang akan diselenggarakan pada tanggal 12-14 Mei mendatang akan dikemas dengan tema pasar tempo dulu. Alun-alun Kota Magelang nantinya akan disulap menjadi bernuansa pasar tradisional, dengan barang-barang dagangan juga serba tradisional.

Salah satu pelaksana acara Magelang Tempo Dulu, Bagus Priyana mengungkapkan bahwa dipilihnya tema pasar tradisional karena itu pasar pasti ada di setiap wilayah kota maupun kabupaten, bahkan hingga di pelosok desa.

“Di situ juga pasti ada perbakulan dan perkumpulan masyarakat, sehingga mampu menunjukkan adanya kehidupan, kerukunan antar masyarakat dan itu semua unik sekali,” ucapnya, Selasa (11/4/2017).

Para pedagang nantinya akan diseleksi dengan tujuan agar sesuai dengan makna Magelang Tempo Dulu sehingga memiliki nilai seni budaya, nilai sejarah, nilai tradisional yang terkandung di dalamnya.

Acara yang akan digelar selama 3 hari di pusat jantung Kota Magelang tersebut nantinya akan menjual berbagai makanan tradisional dan barang antik.

“Ada juga jajanan tradisional seperti getuk, nasi jagung, lotek, dan makanan-makanan tradisional lainnya,” ungkap Bagus Priyana.

Selain pasar tradisional, Magelang Tempo Dulu juga akan menyajikan foto-foto Magelang Tempo Dulu yang belum pernah terekspos ataupun dipertontonkan kepada masyarakat. Sedikitnya ada 64 foto bakulan yang juga akan ditunjukkan seperti halnya foto bakul sate, foto bakul ayam.

“Ada foto paling tua yang akan kami ekspos contohnya jalan bayeman pada tahun 1910. Sedangkan foto paling muda yaitu foto alun-alun Magelang di tahun 1970,” tandasnya.

sumber : http://sorotmagelang.com/berita-magelang-2526-alun-alun-kota-dikemas-jadi-magelang-tempo-dulu.html

#magelangtempodoeloe_2017

#magelangtempodoeloe

#mtd