MUSEUM BPK MEMPERCANTIK DIRI [1]

Standard

Kota Magelang dikenal sebagai kota kecil dengan banyak museum yang dimilikinya. Menjadikan Kota Magelang layak disebut sebagai “kota museum/the city of museum”.
Ada beberapa museum yaitu Museum Jenderal Sudirman di Badaan, Museum Bumiputera di Poncol, Museum Taruna Abdul Djalil di Akmil, Museum Seni Rupa Oei Hong Djien di sisi barat Pecinan, Museum Diponegoro dan Museum BPK di Komplek eks gedung Residenan atau Bakorwil II di Jl. Diponegoro no. 1.


Museum Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK berada tepat di pintu masuk sisi kanan komplek eks gedung Residenan/Bakorwil. Kalau mau menuju pendopo Residenan/Bakorwil atau Museum Diponegoro pasti akan melewati museum ini. Museum ini mulai dibuka pada kisaran tahun 1997 sebagai ruang pengabadian perjalanan sejarah dari lembaga tinggi negara BPK yang lahir di Magelang pada 1 Januari 1947.


BPK ini lahir pada masa pergolakan militer dalam era mempertahankan kemerdekaan RI dari penjajah. Saat di Magelang kantor BPK sendiri mengalami beberapa kali perpindahan, salah satunya pernah berkantor di gedung ini, di “residentkantoor” berusia 2 abad ini.
Sebelumnya Museum BPK hanya menempati beberapa ruang saja yaitu berisi tentang sejarah pendirian BPK, ruang arsip dan dokumentasi, ruang peralatan kerja dan ruang audio visual.


Saat ini Museum BPK berupaya untuk mempercantik diri agar lebih menarik minat pengunjung. Dengan semakin banyak pengunjung maka visi misi dari BPK sebagai lembaga negara yang tersaji lewat perjalanan sejarah dalam bentuk museum akan tersampaikan.
“Museum BPK kami benahi agar semakin banyak masyarakat yang mau berkunjung ke museum”, ungkap Dewi selaku Kepala Bidang Museum dan Perpustakaan BPK beberapa waktu lalu.


Dari beberapa data yang berhasil dikumpulkan dan pengamatan di lapangan (18/11) Museum BPK yang baru ini tampak lebih cantik. Dengan mengusung konsep “bangunan boleh lama tapi isi harus modern” terlihat begitu menarik.
Museum yang dulunya cuma 4 ruangan maka sekarang berkembang menjadi puluhan ruangan membentuk letter U menempati bekas kantor Bakorwil.
Pada bagian tengah di buatkan panggung terbuka dan tribun penonton. Di panggung ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan misalnya pentas seni, tari, musik, launching buku, lomba melukis mewarnai, dll. Tentu saja yang sebisa mungkin sesuai dengan visi misi museum.


Selain panggung terbuka dan tribun penonton di bagian tengah ini juga dilengkapi dengan taman yang cantik yang akan membuat betah pengunjung.
Beberapa ruang sebagai fasilitas utama dan pendukung di antaranya lobi, mini teater, perjalanan BPK, ruang kidsmuseum (pengenalan museum untuk anak-anak), perpustakaan, ruang souvenir, kafe, ruang eksibisi, dll.
Proses perbaikan dan pengembangan museum ini ditargetkan selesai pada Desember mendatang. “Direncanakan pada 9 Januari 2017 Museum BPK akan diresmikan”, imbuh Dewi.
Dengan semakin cantiknya museum ditargetkan 30.000 pengunjung berkunjung di museum ini dalam 1 tahunnya. “Kami akan merancang program-program yang menarik agar masyarakat mau berkunjung di museum ini. Termasuk bekerjasama dengan sekolahan-sekolahan”, tutur Dewi.

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s