Aloon-aloon, Penguasaan Tiada Henti dari jaman Kolonial

Standard
Kisah tentang “penguasaan” Aloon2 ternyata tidak hanya terjadi di masa kini. Tidak cuma “perebutan” antara masyarakat, pedagang, partai politik, tukang bikin acara maupun pemerintah.
Di jaman Belanda, Aloon2 pun sudah terjadi hal seperti demikian.
Keberadaan bangunan2 bergaya kolonial di seputar Aloon2 seperti Societeit de Eendracht, Bioskop Roxy, Restoran Bandung, Escompto Bank, Hotel Loze, Postkantoor, Tugu Listrik ANIEM, Kadasterkantoor, MOSVIA dan Landraadgebouw membuat masyarakat gelisah. Seolah-olah Aloon2 di.kuasai oleh kolonial.
Padahal Aloon2 sebagai ruang publik seharusnya bisa membuat masyarakat bebas untuk beraktivitas di kawasan ini.
Sebagian masyarakat Magelang yang beragama Islam tidak suka dengan keberadaan Societeit de Eendracht dan bioskop Roxy di karenakan ada anggapan bahwa di tempat itu menjadi tempat maksiat. Sebagaimana di ketahui Societeit de Eendracht adalah semacam diskotik di jaman kini, tempat untuk minum2, berdansa, main rolet, dll.
Hal ini tentu saja bertentangan dengan keyakinan mereka. Apalagi letak Societeit de Eendracht dan bioskop Roxy berdekatan dengan masjid, Gereja dan klenteng.
Pemerintah kolonial saat itu menganggap jika masyarakat berkumpul pada suatu tempat khususnya di Aloon2 maka di khawatirkan akan mengganggu stabilitas pemerintah saat itu.
Maka untuk “memecah” situasi dan kondisi seperti itu maka pemerintah Belanda membuat jalan diagonal yang memotong Aloon2. Jalan diagonal ini menghubungkan antara sudur timur laut (depan Societeit de Eendracht/BCA kini) dengan barat daya (depan Landraadgebouw/kini Bank Jateng) sudut barat laut (Watertoren) dengan tenggara (Tugu Listrik ANIEM) dan memotong Aloon2 menjadi 4 bagian.
Titik pertemuan jalan diagonal berada di tengah2 Aloon2. Oleh pemerintah Belanda pada titik ini di buatlah sebuah taman bulat di mana di tengah2nya di bangun air mancur. Air mancur dan taman kota (stadtuin) ini merupakan usaha pemerintah Belanda untuk memasukkan unsur kolonial dan ke-eropa-an di dalamnya. Belum di ketahui secara pasti sejak kapan air mancur dan taman kota ini didirikan.
Sebuah foto tentang acara Tentonstelling Magelang (semacam pameran pertanian, peternakan & perikanan) di tahun 1924 sudah ada air mancur tsb.
“Fontein op het terrein van de Gewestelijke Landbouw-, Veeteelt- en Nijverheidstentoonstelling te Magelang” tahun 1924
Jalan aspal bekas jalan diagonal yang memotong Aloon-aloon menjadi 4 bagian

 

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s