Launching dan Bedah Buku “ Perjuangan Pangeran Diponegoro”

Standard

REVIENSMEDIA.COM, MAGELANG –  Sejarah adalah kaca untuk manusia bisa belajar menjadi manusia sesungguhnya. Ini yang tentunya ditekankan kepada segenap rakyat dan masyarakat Indonesia agar mau terus peduli dan minat ke sejarah Indonesia. Tentu saja adalah sejarah yang lurus dan bebas dari kepentingan, politisasi dan hal-hal negatif lainnya. Bulan ini ada acara spesial dan tentu saja adalah mengenai sejarah serta kaitan dengan peristiwa besar yang pernah terjadi di Jawa khususnya dan Indonesia umumnya, yakni Perang Jawa.

Seperti dituturkan Ki Roni Sodewo, sebagai trah dari Pangeran Diponegoro dan Ketua Patra Padi atau Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro. “Buku yang saya tulis ini isinya kurang lebih bagaimana kita menengok sisi nasionalisme, spiritualisme dan budaya perjuangan Pangeran Diponegoro, yang disarikan dari Babad Diponegoro dan cerita turun temurun keluarga. Dengan buku-buku Peter Carrey, tentu ada perbedaan, karena ini menjawab tantangan Peter Carey sendiri, agar saya membuat buku versi keluarga. Isteri-isteri dan anak-anak yang selama ini tidak terekspos juga mulai saya munculkan. ” Demikian Ki Roni Sodewo seperti dituturkan ke Ilhan Erda dari reviensmedia.com.

Cover Buku

Seperti sudah khalayak tahu, Ki Roni Sodewo adalah generasi ke 7 dari Pangeran Diponegoro atau anak dari Pangeran Alip atau Bagus Singlon atau Ki Sodewo. Dan Ki Roni yang sudah mapan bekerja di sebuah kementerian di Jakarta memutuskan untuk mengundurkan diri serta memantapkan misi menelusuri dan menyusun silsilah dan sanab dari keluarga besar Pangeran Diponegoro yang tersebar seluruh Indonesia dan di luar negeri.

Acara launching buku Ki Roni Sodewo ini spesial karena menggandeng Komunitas Koeta Toea Magelang yang diinisiasi oleh Mas Bagus Priyana dkk. Acara ini berlokasi di Museum BPK di JL. Diponegoro No. 1 Kota Magelang [Komplek gedung eks Residen Kedu/Bakorwil]. Hari Minggu 27 Maret 2016 dalam rangka menyambut Peringatan 186 Tahun Penangkapan Sang Pangeran (28 Maret 1830 – 28 Maret 2016).

Tentu saja patut diapresiasi dan diharap kehadiran sahabat-sahabat pecinta sejarah di wilayah Kedu yakni Magelang, Purworejo, Temanggung serta Jogjakarta dan seantero Indonesia. Bagaimana cara kita menjunjung tinggi dan mengenang heroisme perjuangan merebut kemerdekaan seperti yang ditunjukkan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa nya.( ie)

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s