Dari Pasar Papringan Temanggung, pasar Unik yang buka Setiap Minggu Wage

Standard


Kali ini event KTM menyasar ke luar kota Magelang tepatnya ke Temanggung dan Ambarawa. Pasar Papringan di Kandangan, Temanggung menawarkan keunikkan dan kuliner djadoel dan Museum Kereta Api Ambarawa mengungkit kenangan masa kanak-kanak.Minggu(24/04/2016) berangkat dari Titik Nol Kilometer, tepatnya di Tugu ANIEM depan Klenteng Liong Hok Bio.

Kegiatan kali ini di ikuti oleh sekitar 80 orang yang berasal dari berbagai daerah, ada yang dari Jogja, Kulonprogo, Wonosobo, Magelang maupun dari Temanggung sendiri. Teknis kegiatan dilakukan dengan naik sepeda motor dan mobil.

DI ALUN ALUN TEMANGGUNG
Setelah dibriefing rombongan berangkat menuju Kandangan Temanggung.Tujuan kami adalah pasar djadoel yg buka cuma tiap selapan pada hari Minggu Wage.Pasar Kranggan yg ramai kami lewati.Setelah menempuh perjalanan sktr 33 km kami sampai di alun-alun Temanggung.
Pedagang kuliner tertata rapi.Pendopo kabupaten nampak megah.Rombongan berhenti rupanya ada bonus briefing sembari menunggu peserta yg tertinggal.Rupanya dalam berkendara kecepatan setiap peserta tdk sama.

KULINER DJADOEL DI RERIMBUNAN BAMBU
Perjalanan menuju Kandangan terasa nyaman.Jalannya mulus.Beloknya cuma 2 kali,ke kiri dan ke kanan.Udaranya pun sejuk segar.Selama perjalanan mata kami dimanjakan dng pamandangan indah.Ijo royo-royo.Rumput, jentik manis, kenikir, sawi,padi di sawah, jagung, pisang, ketela, pepaya, kelapa dan bukit menghijau.
Pembangunan di kabupaten Temanggung memang pesat. Tak terasa kami sampai di jalan setapak. Tanah.Kami memasuki sebuah dusun.Di tempat parkir panitia Karangtaruna setempat menyambut kami.


Mata kami tertumbuk rerimbunan bambu.Ada kerumunan orang.Terdengar alunan musik.Juga orang berjualan dng lincak. Ternyata ini sebuah pasar disebut pasar Papringan.Ramah lingkunngan.Semuanya serba bambu dari mata uang,papan nama makanan sampai tempat makanan. Papan nama terbuat dari “cumpring”,tempat makan dari besek.


Di pasar ini yang dominan kulinernya.Banyak kuliner djadoel. Ada lento,gendolo,balok,cotot ,puyur,rangin,bermacam bubur. Uniknya membelinya harus pakai uang bambu,ada pecahan 1 ribu, 5 ribu dan 50 ribku.Tapi tadi saya tepaksa melanggar prosedur.Membeli pakai uang kertas.Habis sih uang bambunya habis.Saya merasa uang bambu yg beredar kurang memadai.


Ada curhat pengunjung agar panitia memperbanyak pecahan 1 ribu. 2 ribu dan 5 ribu.Buat apa sih 50 ribu kalau malah membikin ribetMempersulit pembeli n penjual.
.Ini PR bagi panitia Karangtaruna dusun Kelingan, desa Caruban,kec.Kandangan,kab.Temanggung.Kita tunggu saja di Pasar Papringan episode 5 Minggu Wage tanggal 29 Mei mendatang.

 

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s