H.V. MARESCH : Percetakan Perekam Keabadian Kota Praja

Standard

Salam Mblusukmen!!

Tanah Hindia Timur yang terberkahi dengan kemolekan alam dan lokasi – lokasi dengan bangunan – bangunan anggun para kolonis membuat tanah ini bagai tanah yang dijanjikan Tuhan pada bangsa Israel. Kota – kota di Hindia Belanda adalah lokasi favorit bagi mereka pecinta fotografi eksotisme timur dan kehidupan para kolonis. Masa – masa setelah redanya ‘pemberontakan’ atau Perang Diponegoro adalah masa dimana pembangunan sedang pesatnya terjadi di Hindia Belanda. Tidak banyak dokumentasi perkembangan kota yang terekam secara detail dan tersebar luas di Indonesia. Hanya kota – kota besar yang sudah berkembang seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya yang mempunyai perusahaan – perusahaan percetakan yang bisa merekam gerak laju perkembangan kota – kota tersebut. Beruntunglah Gemeente Magelang yang mempunyai perusahaan percetakan yang banyak mendokumentasikan perkembangan kota pada masa silam. Puluhan foto dokumentasi nostalgia kota praja Magelang pada masa colonial terabadikan dalam lembaran – lembaran kenangan berkat sebuah perusahaan percetakan asing. Perusahaan itu bernama H.V. Maresch & Co.

Kartu pos dikirim dari Magelang ke Perancis dengan prangko yang ditempel dalam posisi terbalik. Dibubuhi cap pos 1910, tetapi dari nomor urutan 094467 dapat diketahui bahwa kartu pos diterbitkan di tahun 1909. Potret Pak Maresch yang berkumis terlihat di sebelah kiri. Sumber: Upload Olivier Johannes 11 Februari 2013, FB Group KTM

Bernama resmi N.V. Stoomdrukkerij H.V. Maresch, percetakan ini sebenarnya adalah sebuah perusahaan percetakan multinasional yang menglobal dan membuka cabangnya di banyak Negara di dunia. Percetakan N.V Maresch sendiri tereletak dikawsan bisnis warga Eropa di Groote weg Noord Poncol bersebelahan dengan Hotel Montagne. Sebagai mana yang kita tahu, kawasan Poncol sendiri pada jaman dulu sudah terkenal akan kawasan elite pebisnis kaum bangsa kulit putih. Kawasan ini dipenuhi dengan hotel – hotel, toko, rumah – rumah elite dan tangsi militer. Magelang yang notabene adalah ibu kota Karesidenan Kedu sangat diuntungkan karena salah satu cabang perusahaan H.V. Maresch membukanya di Gemeente Magelang.

Lokasi Gedung H.V. Maresch di kawasan bisnis Groote weg Noord Pontjol yang bersebelahan dengan halaman Hotel Montagne. Gedung bertingkat kedua dari depan adalah percetakan H.V. Maresch. Sumber : KITLV

Foto situasi dalam pabrik percetakan (Drukkerij) Maresch tahun 1909. Dapat dilihat bahwa kebanyakan pekerja percetakan adalah orang – orang jawa.

Sumber: Upload Gunawan Priyosusilo, 28 September 2011, FB Group KTM

H.V. Maresch sendiri banyak mencetak kartu pos mengenai Magelang dan sekitarnya pada periode 1900an awal sampai pada dekade 1940an ketika perang dunia kedua pecah. Percetakan H.V Maresch berjasa mengabadikan banyak pemandangan kota Magelang seperti Terminal Magelang, Stasiun Pasar, Stasiun Aloon2, Stasiun Kotta, Kali Progo, Kali Elo, Jalan Bajeman, Watertorn, Pemandangan sekitar Hoofdwacht KNIL Midden, Candi Borobudur, Militaire Hospital dan masih banyak lagi dalam bentuk kartu pos yang kemudian menyebar keseluruh penjuru dunia.

Contoh kartu pos berwarna hasil percetakan H.V Maresch pada tahun 1910. Foto berwarna pada saat itu belum ditemukansehingga foto berwarna yang muncul pada era ini diberi warna secara manual. Dalam foto adalah kondisi Stasiun Pasar Rejowinangun, Magelang. Sumber: Koleksi Pribadi Olivier Johannes Rapp

Contoh kartu pos hitam – putih keluaran percetakan N.V Maresch pada peringatan hari ratu tanggal 31 Agustus 1920 di Lapangan Tidar. Beberapa catatan menyebutkan, tahun 1920an merupakan masa lahirnya kamera TLR (twin lens reflex). Sumber: Delcampe

 

Contoh kartu pos pemandagan alam di Magelang dengan latar belakang candi Budha terbesar di dunia, Candi Borobudur hasil cetakan N.V Maresch. 

Sumber: Koleksi Denmaz Didotte

 

Selain mencetak kartu pos – kartu pos dengan gambar Magelang, H.V Maresch juga mencetak buku – buku bacaan “De Steenen Spreken. De Goddelijke Boodschap der Groote Pyramide“, sebuah hasil studi tentang  Piramida Giza di Mesir ditahun 1940 yang sekarang menjadi koleksi Antiquariaat van Hoorn, Nijmegen, Belanda. Ada pula buku terbitan H.V Maresch yang terkenal seperti ‘Na 25 jaren: herinneringen uit mijn leven en werk en wordingsgeschiedenis van het gesticht “Oranje Nassau”, Magelang’. Buku tersebut adalah sebuah autobiografi yang ditulis sendiri oleh J.A.G Van Der Steur, seorang Belanda yang sangat memperhatikan nasib rakyat Indonesia khususnya anak – anak yatim piatu korban perang di Magelang. Pa Van der Steur mendirikan sebuah yayasan untuk pemeliharaan anak terlantar di Magelang dengan nama “Oranje Nassau”. Buku autobigrafi Van der Steur dicetak oleh H.V Maresch pada 1917.

Suasana ruang redaksi H.V. Maresch pada 1915. Para pegawai percetakan kebanyakan memakai seragam beskap putih berikat kepala (udeng) dan berjarik. Masih belum jelas apakah ini seragam pegawai atau hanya sebagai keperluan foto. Sumber: Upload foto Gunawan Priyosusilo, 28 September 2011, FB Group KTM

 

Sosok Pa Van der Steur yang menulis buku autobiografi yang dicetak oleh H.V Maresch. Autobiografinya sendiri berisi tentang perjuangannya hidup di Magelang dan suka dukanya mendirikan yayasan panti asuhan “Oranje Nassau”.Sumber: Tropenmuseum

Selama masa pendudukan Jepang di Magelang antara tahun 1942 -1945 masih belum diketahui apakah percetakan ini masih berfungsi atau tidak. Namun yang jelas, memasuki masa perang kemerdekaan, Gedung Percetakan H.V Maresch pernah dibakar oleh para tentara pelajar Magelang pada bulan Desember tahun 1948. Dokumentasi sisa bangunan percetakan H.V Maresch bisa terlihat dalam foto tentara Belanda yang memasuki Kota Magelang pada parade bulan Januari 1949. Tentara – tentara ini berparade melewati Groote weg Noord Pontjol dan melintasi bangunan – bangunan rusak disepanjang jalan kawasan Poncol.

Parade tentara Belanda pada Agresi Militer Belanda II di bulan Januari 1949. Sumber: Indiegangers

Komparasi kondisi Gedung percetakan N.V Maresch pada masa Agresi Militer Belanda II dan sekarang. Sumber: Upload Tomy Kusmahadi 6 Juni 2015, FB Group KTM

Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia, bekas gedung percetakan H.V Maresch berubah menjadi gedung surat kabar Kedaulatan Rakyat sampai sekarang.

Kondisi Gedung KR sekarang. Sumber: Dokumentasi Pribadi Hamid Anwar

Demikianlah rekam jejak sebuah perusahaan percetakan yang berjasa dalam pendokumentasian Magelang pada masa lalu. Tanpa H.V. Maresch, Magelang tidak akan banyak memiliki lembaran – lembaran gambar yang menjadi cerita Nostalgia para warganya. Berkat H.V Maresch ini pulalah nama Magelang bisa beredar seantero dunia berkat kartu pos – kartu posnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam Mblsukmen!!

Diposkan oleh C.Gusta Wisnuwardana di 22.39

sumber : http://mblusukmen.blogspot.co.id/2016/02/hv-maresch-percetakan-perekam-keabadian.html#more

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s