KEDU YANG SUBUR

Standard
Karesidenan Kedu terdiri dari REGENTSCHAPPEN MAGELANG dan REGENTSCHAPPEN TEMANGGONG.
Berikut ini REGENTSCHAPPEN MAGELANG yang terdiri dari :
– DISTRIKTEN MAGELANG (Onder-Distrikten Magelang, Tengahen, Soember)
– DISTRIKTEN NGASINAN (Onder-Distrikten Ngandeng, Kajoepoering, Poetjang)
– DISTRIKTEN BALAK (Onder-Distrikten Klapa, Gales)
– DISTRIKTEN BANDONGAN (Onder-Distrikten Tanabaya, Djetak, Kantji)
– DISTRIKTEN PROBOLINGGO (Onder-Distrikten Probolinggo, Pinggol, Bebengan, Moengkit)
– DISTRIKTEN REMAMEH (Onder-Distrikten Salam, Djamoes)
– DISTRIKTEN MENOREH (Onder-Distrikten Menoreh, Sadegan, Boroboedoer, Kaliaboe)

Berikut ini REGENTSCHAPPEN TEMANGGONG yang terdiri dari :
– DISTRIKTEN DJETIS (Onder-Distrikten Boloe, Temanggong, Moengseng)
– DISTRIKTEN KADOE (Onder-Distrikten Manden, Kadoe, Petir)
– DISTRIKTEN LEMPOEYANG (Onder-Distrikten Lempoeyang, Djoemo, Kebondalem)
– DISTRIKTEN PRAPAK (Onder-Distrikten Krangan & Pingit)
– DISTRIKTEN SOEMOWONO (Onder-Distrikten Pringtali, Melabeh, Soemowono)

Di karesidenan ini sawah-sawah terbentang luas bahkan padi juga ditanam di bukit-bukit. Di distrik Purboliengo (Probolinggo) padi ditanam sepanjang tahun dan dalam 2 tahun selain 3 kali masa panen padi juga buah-buahan pada panen kedua.

Hasil bumi terdiri dari: padi, jagung, kapas, merica, minyak kelapa, tebu, tembakau kedu, tembakau havanna dan manilla, bermacam sayuran eropa, kentang, asparagus, kol, buncis, kacang kapri, lobak putih dan merah, umbi-umbian, artischock, dsb. Juga dapat ditemukan disini nanas, jeruk dan stroberi.

Terdapat sekitar 16.000.000 pohon kopi di karesidenan ini yang menghasilkan 9.000.000 Pfund (kurang lebih 4500 ton). Juga terdapat kebun tebu yang kemudian diolah tersebar di 13 pabrik. Terdapat juga Indigo walaupun dalam jumlah yang tidak banyak.

potone Eva Mentari Christoph

Kadoe meliputi bagian utara cekungan Progo. Di bagian tengah daerah ini, di mana terdapat reruntuhan Boeroboedoor. Dimana saat ini masih banyak penduduk dan menafsirkannya sebagai peradaban tinggi abad terakhir, sebagian besar penduduknya dari seluruh Jawa.
Bagian tengah ini adalah dibentuk oleh Districten Remameh, Menoreh, dan Probolinggo  serta Magelang, bersama-sama pada satu wilayah memiliki penduduk lebih dari 267.000 jiwa atau lebih dari 22 200 jiwa per meter persegi.
Di dataran lebih utara  kondisi kepadatan pebduduk begitu jarang. Enam distrikten Bandongan, Balak, Ngassinan, Prapak, Jetis dan Kadoe,
bagian tengah kediaman membentuk, bersama-sama memegang salah satu hamparan lebih dari 16 g. m. dan populasi lebih 279.000 atau lebih dari 17 200 jiwa per meter persegi. Dalam dua utara paling menuntut kabupaten layanan, dan Lempoeyang Soemowono, dua diambil bersama-sama 9 g. m. lebar dan diisi dengan lebih dari 71500 jiwa, air terjun rasio kepadatan, namun hanya 8.000 jiwa per meter persegi.
Pembagian Kabupaten Kadoe, setelah 1845.

potone Muhammad Gilang Syarifudin
# disarikan dari :
– buku Beschreibung der Insel Java oleh Dr. J. Müller, Berlin, 1860
NIETJWE BIJDEAGEN TOT DE KENNIS DER BEVOLKINGSTATISTIEK VAN JAVA VERZAMELD DOOR P. BLEEKEE

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s