Monthly Archives: July 2015

OLIVIER JOHANNES, SANG PENGUMPUL KARTU POS TEMPO DOELOE “BERBAGI CERITA, BERBAGI ILMU”

Standard

Olivier Johannes Raap lahir tanggal 5 Oktober 1966 di Desa Grootschermer, Belanda.

Setelah lulus sekolah menengah, dia melanjutkan pendidikan di universitas di Delft di bidang arsitektur. Saat ini dia bekerja sebagai pedagang buku di Den Haag. Setelah kunjungannya yang pertama ke Indonesia sebagai turis pada 1998, sempat terlintas dalam benak pria yang akrab disapa Mas Oli ini untuk tidak datang-datang lagi. Ketika itu Indonesia tengah dilanda krisis moneter, situasi politiknya tidak menentu, kerusuhan terjadi di mana-mana. Tapi kala dua tahun kemudian diajak lagi ke Indonesia, Olivier tidak menolak. Pada kunjungan keduanya ia mulai menyukai Indonesia dan setelah itu, entah sudah berapa kali ia mengunjungi Indonesia, khususnya Pulau Jawa, untuk belajar bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan sejarahnya. Bahkan kini Jawa telah ia anggap sebagai rumah kedua.

Olivier seorang pencinta musik klasik, senang berpetualang, berlayar, memasak, dan penggila sejarah. Ia juga seorang kolektor sejati. Ia mengumpulkan ribuan benda kuno yang berkaitan dengan Indonesia masa lampau, baik buku, dokumen, benda seni, maupun kartu pos. Dengan jeli dan telaten ia merawat semua koleksinya dalam wadah-wadah yang tersusun rapi. Pada April 2013 buku pertamanya, “Pekerdja di Djawa Tempo Doeloe”, terbit. Berselang tujuh bulan kemudian, pada November 2013 terbitlah buku keduanya, “Soeka-Doeka di Djawa Tempo Doeloe”. Saat ini Olivier sedang mempersiapkan bukunya yang ketiga, “Kota di Djawa Tempo Doeloe”. Olivier bisa dihibungi melalui email: oli4raap@ziggo.nl.

Liputan koran REPUBLIKA edisi 7 Juli menulis tentang Olivier Johannes Raap secara lebih detail ada di bawah ini

Buku pertama berjudul “PEKERDJA DI DJAWA TEMPO DOELOE”

https://kotatoeamagelang.files.wordpress.com/2013/09/b698f-pekerdjadjawatempodoeloe.jpg?w=652

Buku kedua “SOEKA-DOEKA DIN DJAWA TEMPO DOELOE”

https://kotatoeamagelang.files.wordpress.com/2015/07/d22ec-suka-dukacover.jpg?w=480&h=624

berikut roadshow buku karya Olivier Johannes

https://i1.wp.com/program.ivaa-online.org/wp-content/uploads/2014/04/unnamed-2.jpg

Buku ketiga “KOTA DI DJAWA TEMPO DOELOE”

http://baltyra.com/wp-content/themes/_stylebook/timthumb.php?src=http%3A%2F%2Fbaltyra.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2015%2F07%2Fcover-JPG.jpg&q=90&w=795&h=470&zc=1

Bedah Boekoe “Takdir : Riwayat Pangeran Diponegoro” Bersama Peter Carey

Standard

Minggu, 5 Juli 2015 kemarin, Komunitas Kota Toea Magelang bekerjasama dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Magelang kembali mengadakan acara bedah boekoe berjudul Takdir : Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855) karya sejarawan Inggris kelahiran Myanmar, Peter Bryan Ramsey Carey didampingi oleh keturunan ketujuh Pangeran Diponegoro, Ki Roni Sodewo. Acara berlangsung di Gedung Kyai Sepanjang Kota Magelang dan dipandu oleh Mas Danu Sang Bintang.

Saya pun begitu antusias mengikuti acara bedah buku dan diskusi tersebut, selain ngabuburit juga sambil belajar tentang sejarah kepahlawanan Pangeran Diponegoro. Sebagai orang Indonesia dan wong Magelang, masa saya kalah sama bule. 🙂

Sekitar pukul setengah empat sore saya datang ke Gedung Kyai sepanjang bersama kawan saya, Yuryco, padahal sebenarnya para peserta diharapkan datang tepat waktu, yakni pukul 15.00 wib, secara saya baru pulang dari Jogja sore itu. Tadinya saya dan Yuryco mau ke Punthuk Setumbu, tapi gagal gegara si Yuryco bangunnya kesiangan, dan Jogja pun menjadi pelampiasan kami.

Peserta yang hadir sore itu lumayan cukup banyak. Setelah daftar ulang saya pun masuk ke dalam ruangan Gedung Kyai Sepanjang. Awalnya agak malu juga karena saya datang terlambat. Maaf ya. 🙂

Saya sendiri salut dan kagum dengan narasumber Pak Peter Carey yang tahu banyak tentang sejarah kepahlawanan Pangeran Diponegoro, yaiyalah beliau kan sejarawan. Bayangkan saja lebih dari 40 tahun dalam hidupnya, beliau dedikasikan untuk meneliti perang jawa (1825-1930), termasuk sisi detail kehidupan Pangeran Diponegoro. Wuh, keren kan?

Pak Carey dan Ki Roni Sodewo. (Foto : Pak Widoyoko)

Beliau melakukan studi selama 40 tahun tentang Pangeran Diponegoro dari awal abad ke-19 di tanah Jawa, jadi nggak heran kalau beliau tahu banyak tentang sejarah Pangeran Diponegoro. Pak Carey sendiri sangat tertarik dengan kisah heroik Pangeran Diponegoro bermula saat beliau mengerjakan tugas sewaktu duduk di bangku kuliah. Kemudian beliau tuliskan dalam bukunya Kuasa Ramalan dan Takdir. Melalui bukunya, Pak Carey juga mengajak kita untuk selalu mencintai budaya bangsa.

Sayang sekali kisah kepahlawan Pangeran Diponegoro harus berakhir oleh Permainan licik pihak Kompeni. Pangeran diponegoro ditangkap ketika menemui Jendral De Kock di Magelang. Dan Pangeran Diponegoro pun ditangkap kemudian diasingkan ke Makassar. Pangeran Diponegoro wafat pada tanggal 8 Januari 1855 dan dimakamkan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah selesai acara bedah buku dan diskusi, acara pun dilanjutkan dengan berbuka bersama.

Nah, itulah sedikit yang dapat saya ceritakan tentang pengalaman saya mengikuti agenda Kota Toea Magelang. Mungkin teman-teman punya cerita buka bersama yang menarik, boleh lah share di kotak komentar. 🙂

“SELAMAT HARI AIDOEL FITRI” Taqabbalallahu minna wa minkum (Arab: تقبل الله منا ومنكم) Mohon Maapken Lahir dan Batin 1 Sjawal 1436 Hidjriah / 2015

Standard

https://i0.wp.com/s.kaskus.id/images/2015/07/07/2516804_20150707065107.jpg

KELOEARGA BESAR KOMOENITAS “KOTA TOEA MAGELANG” MENGOETJAPKEN :

“SELAMAT HARI AIDOEL FITRI”
Taqabbalallahu minna wa minkum (Arab: تقبل الله منا ومنكم)
Mohon Maapken Lahir dan Batin 1 Sjawal 1436 Hidjriah / 2015

fb : https://www.facebook.com/groups/kotatoeamagelang/?fref=nf
weblog : https://kotatoeamagelang.wordpress.com/
t : @ktm_MGL

Koordinator
KOTA TOEA MAGELANG

ttd

Bagoes Prijana
087832626269