WARTA DOEKA BOEAT KOTA TOEA MAGELANG

Standard
Tampak dalam foto Eyang Rudi ada di sebelah kiri berdampingan dengan istri beliau.
Foto di ambil sewaktu Djeladjah Petjinan 2013 yang lalu.

Kerabat KTM yang tercinta, kembali kami berduka dan kehilangan orang yang sangat tinggi kepeduliannya terhadap sejarah dan heritage serta menjadi narasumber yang kredibel dan layak dipercaya bagi KTM. Kemarin  tanggal 2 Januari 2014 Kho Keng Gie yang merupakan cucu dari Raja Cerutu Ko Kwat Ie telah meninggal dunia dalam usia 83 tahun. Ko Keng Gie atau yang di kenal dengan nama Eyang Rudi lahir pada tahun 1929 dan meninggal dunia karena sakit jantung.
Jika kawan-kawan ingat sewaktu KTM mengadakan event “DJELADJAH PETJINAN” tahun lalu pasti akan ingat dengan sosok beliau yang sudah sepuh tetapi masih ingat dengan peristiwa sejarah di masa lalu. Saat itu peserta jelajah mampir ke rumah beliau di Juritan Kidul/sebelah timur Yuki Foto di Jl. Sriwijaya. Dan kita sempat mendengarkan wejangan beliau kala itu di rumah samping/pavilliun dari rumah bebek. Banyak cerita yang di sampaikan yang tentunya tidak banyak yang terceritakan karena keterbatasan waktu dan tempat.
Yang membuat keluarga itu berduka adalah pada hari yang sama pada jam 06.00 wib putri Kho Kwat Ie sekaligus tante dari Eyang Rudi meninggal dunia karena usia sepuh dan sakit yang sudah di derita cukup lama.
Eyang Rudi merupakan mantan dosen di AMN (Akademi Militer Nasional). Waktu itu beliau merupakan pengajar bagi Sutiyoso, SBY, Prabowo, dll yang kini merupakan purnawirawan jenderal2 di negeri ini. Eyang Rudi juga pernah menjadi ajudan dari istri dari Jendral Urip Sumoharjo. Bahkan Eyang Rudi pernah bercerita kepada saya bahwa jika Urip Sumoharjo pernah bermalam di rumahnya.
Banyak hal yang belum terceritakan kepada kami2 ini. Tetapi kami berbahagia sudah mengenal Eyang Rudi. Eyang Rudi selalu memanggil saya dengan ” Nak Agung” , sebuah sapaan yang hangat dari seorang saksi sejarah.
Kawula nyuwun pangapunten eyang, dereng saged mawujudaken sedaya ingkang eyang suwun. Nyuwun pangapunten sanget eyang.
Selamat jalan eyang, sugeng tindak wonten alam kelanggengan. Mugi2 Gusti Allah paring papan kalenggahan ingkang sae. Amin


Rumah beliau ada di sini di Juritan Kidul/timur Yuki Foto Jl. Sriwijaya dan bangunan tsb berusia lebih dari 100 tahun dan di kenal dengan sebutan Rumah Bebek.
Saat event Djeladjah Petjinan 2013 lalu

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

4 responses »

  1. ibu Rudi beserta anak dan cucu mengucapkan Terima Kasih banyak atas perhatian Nak Agung dan kawan” yang juga turut serta dalam prosesi pemakaman opa Ko king gie . Semoga silaturahmi yang telah terjalin hangat ini tetap tersambung.
    Gusti tansah amberkahi . Salam Hangat dari keluarga Eyang Rudi

    • maturnuwun sanget mbak Ellen kami ucapkan. banyak kenangan kami dapatkan selama mengenal Eyang Rudi. Perkenalan yang singkat namun membawa kenangan yang tidak terlupakan. Banyak yang kami dapatkan, tetapi terlalu sedikit untuk di tulis. Semoga Eyang Rudi damai dan tenang di surga. Amin.
      Segenap kawan2 di KOTA TOEA MAGELANG menyampaikan duka sebdalam2nya pada keluarga Eyang Rudi.

  2. selalu penasaran sama dalemnya gedung bunder sama rumah banyak, kalo lewat rumahnya bikin ‘greng’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s