ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912, 100 TAHUN MERETAS SEJARAH

Standard

STATUTEN

Onderlinge Levensverzekering Maatschappij Boemi Poetera

Fatsal 1.

“Perserikatan O.L.Mij Boemi Poetera didirikan boeat 29 tahoen lamanja,

moelai pada satoe hari boelan Februari seriboe sembilan ratoes doea

belas di Magelang.

… Didalam fatsal-fatsal statuten jang bertoeroet ini, maka njatalah perserikatan ini dinamai “Maatschappij (Persekoetoean.)”

Kalimat seperti di atas itulah yang menjadi dasar atas pembentukan

AJB Bumi Putera 1912 di Magelang. Kalimat tersebut merupakan pasal 1

dari anggaran dasar dari perusahaan tersebut. Sebuah asuransi milik

pribumi yang mampu bertahan selama 100 tahun. Dan siapa sangka asuransi

legendaris ini lahir di kota kita tercinta, Magelang. Ya tepatnya lahir

pada tanggal 12 Februari 1912. Lalu bagaimanakah sebenarnya proses

kelahiran Asuransi Jiwa Bersama/AJB Bumi Putera ini ?

Sesudah

berdirinya Boedi Oetomo di Batavia/Jakarta, maka berpengaruh pula

terhadap perkembangan pendirian organisasi yang lain yang ada di daerah.

Baik yang bersifat sosial, budaya maupun politik. Salah satunya adalah

pembentukan Perserikatan Guru-guru Hindia Belanda [PGHB]. Terbentuknya

PGHB merupakan cita-cita dari Kartosoedirjo dan usaha dari KH Soebroto,

Adimidjojo dan M Ng. Dwidjosewojo. Sehingga berdirilah pada tahun 1910

perhimpunan guru-guru yang pertama di Magelang yaitu PGHB.

Pada

waktu itu yang menjadi President adalah KH Soebroto, Sekretaris R

Danoekartiko, penningmeester (bendahara) M Adimidjojo, sedang Boediardjo

menjadi adviseurnya (penasehat).

Pada tanggal 26 Agustus 1912 dapat

dilangsungkanlah kongres PGHB di Jogjakarta. Maka di tetapkanlah

perubahan pengurus (Bestuur) yaitu Ketua KH Soebroto, sekretaris M Ng.

Dwidjosewojo, Penningmeester (bendahara), M Adimidjojo, dan Boediardjo

tetap menjadi adviseurnya.

‎[lanjutan] Pada tanggal 18 Desember 1912 pemerintah Belanda mengeluarkan Besluit atau surat keputusan nomer 49 tentang pengakuan PGHB sebagai Rectpersoon/badan hukum. Maka resmilah mulai saat itu PGHB berdiri. Tujuan dari organisasi ini adalah :
1. Berikhtiar memperbaiki dan menambah banyaknya pengajaran dan sekolah-sekolah bagi bangsa Indonesia.
2. Berusaha memperbaiki nasib dan derajat guru-guru bangsa Indonesia, baik tentang pengetahuannya maupun tentang keselamatan hidupnya.
Untuk mencapai maksud itu PGHB mengeluarkan orgaannya atau media cetak sebagai media publikasi. Awalnya bernama ‘DWIDJO OETOMO’ dan di pimpin langsung oleh Dwidjosewojo. Pada perkembangan berikutnya media ini berganti nama menjadi ‘MEDAN GOEROE HINDIA’.
Pada permulaan tahun 1910 sewaktu Dwidjosewojo menjadi guru bahasa Jawa di sebuah sekolah guru di Jogja, beliau menerima sebuah verrslag/surat penawaran berangka tahun 1908 dari direktur sebuah perusahaan asuransi jiwa bernama NILLMIJ. Surat penawaran tersebut di pelajarinya dengan seksama. Dan hal ini menimbulkan angan-angan pada diri beliau untuk mendirikan suatu Levensverzekering Mij. atau perusahaan asuransi jiwa. Cita-cita ini beliau usulkan dan di bicarakan dalam Algemeene vergadering Boedi Oetomo di Jogja pada tahun 1910. Putusan Vergadering dengan aklamasi menerima dengan baik usul itu. Akan tetapi selanjutnya Boedi Oetomo tidak lantas berusaha mendirikan Levenszekering Mij./perusahaan asuransi jiwa ini.

‎[lanjutan] Pada tanggal 12 Februari 1912, PGHB mengadakan Leden vergadering yang mana Dwidjosewojo menguraikan maksud akan mendirikan Levensverzekering Mij yang hanya untuk guru-guru bumiputera di Hindia Belanda. Solidaritas di kalangan guru-guru yang terbentuk karena persamaan nasib, telah membuat gagasan Dwidjosewojo memperoleh sambutan hangat dan positif. Di kongres pertama PGHB di Magelang itu dengan aklamasi menerima usulan itu. Dan akhirnya terbentuklah sebuah perusahaan asuransi jiwa khusus untuk kalangan guru-guru anggota PGHB yang bernama ‘Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB’ dan disingkat dengan OL Mij. PGHB yang berkedudukan di Magelang.
Yang menarik adalah pilihan bentuk usaha ‘Onderlinge’ dan bukan NV [Perseroan Terbatas] atau bentuk lainnya. Salah satu pertimbangannya adalah onderling pada waktu itu dapat di dirikan tanpa harus menyediakan modal lebih dahulu. Perlu di ketahui pula bahwa pada waktu itu belum ada undang-undang yang mengatur tentang perasuransian, khususnya asuransi jiwa. Semua kegiatan usaha di atur berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Dagang [W. v. K.] dan Kitab Undang-undang Hukum Perdata [B. W.] yang di buat pada pertengahan abad 19.

‎[lanjutan] Pada waktu itu OL Mij. PGHB dipimpin langsung oleh pengurus besar PGHB, yaitu sbb :
Direktur : MKH Soebroto
Sekretaris : MNg. Dwidjosewojo
Bendahara : M Adimidjojo
Sumber lain menyebutkan bahwa Dwidjosewojo tidak menjabatsebagai sekretaris namun sebagai komisaris.
Kelanjutan dan perkembangan usaha dari OL Mij PHGB rupanya kurang menggembirakan. Dalam Rapat Umum Anggota Bumiputera 1912 pada tahun 1941, Dwidjosewojo selaku komisaris mengisahkan kembali keadaan perusahaan pada awal berdirinya. Pada waktu itu ada usulan supaya keanggotaan perusahaan asuransi jiwa terbuka juga untuk umum, tidak hanya untuk guru-guru saja. Tetapi hal ini mendapatkan kendala karena perusahaan belum dapat memikul beaya administrasi dan propaganda yang besar.
Lalu para pengurus PGHB berusaha mendapatkan subsidi dari pemerintah. Setelah OL Mij PGHB diperiksa secara seksama oleh utusan pemerintah, maka Hoof Bestuur PGHB mulai bulan Oktober 1913 memperoleh subsidi sebesar f 300 setiap bulan. Akan tetapi dengan perjanjian bahwa OL Mij. PGHB hanya di buka untuk pegawai negeri/Gouvernement dan pegawai Swapraja/Zelfbestuur di Hindia Belanda saja. Artinya bahwa kalangan swasta tidak boleh di masukkan menjadi anggota.
Dengan menerima subsidi itu mulai bulan Oktober 1913 seharusnya OL Mij PGHB sudah melakukan perubahan dalam organisasi usahanya karena terikat dengan syarat pemberian subsidi tersebut. Tapi proses ini tidak dapat dilakukan dengan segera. Sebab OL Mij PGHB merupakan bagian langsung dari PGHB yang telah mempunyai status badan hukum yaitu Besluit tanggal 18 Desember 1912.

[lanjutan] Walaupun OL Mij PGHB memiliki anggaran dasar sendiri, tapi pemberian subsidi itu di tujukan kepada organisasi induknya yaitu PGHB. Hal ini karena pada waktu pengajuan subsidi tersebut memang atas nama Pengurus Besar PGHB yaitu MKH Soebroto dan MNg. Dwidjosewojo, masing-masing selaku Ketua dan Sekretaris tertanggal 25 September 1913. Maka melihat kondisi seperti ada usulan dari seorang verzekerde untuk mengubah nama OL Mij. PGHB karena ternyata perusahaan asuransi jiwa ini bukan hanya untuk guru saja tapi juga untuk kaum priyayi bumiputera. Atas usulan itu maka vergadering meluluskan pergantian nama itu. Dari semula bernama “Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB” menjadi “Onderlinge Levensverzekering Maatschappij Boemi Poetera”.
Perubahan nama ini di umumkan melalui majalah resmi PGHB yaitu Dwidjo Oetomo edisi 25 Desember 1914. Nah ada hal yang menarik tentang ini. Pada rancangan Anggaran Dasar OL Mij Boemi Poetera seperth yang tercantum pada awal tulisan ini bahwa pendirian OL Mij. Boemi Poetera adalah pada tanggal 1 Februari 1912. Padahal OL Mij. Boemi Poetera sendiri merupakan kelanjutan dari OL Mij. PGHB, karena semua urusan asuransi tetap dilanjutkan oleh OL Mij. Boemi Poetera tanp ada perubahan. (catatan : belum diketahui secara pasti mengapa dalam rancangan Anggaran Dasar/statuten tertulis 1 Februari 1912. Sedangkan peringatan kelahiran Asuransi Jiwa Bersama/AJB Bumiputra pada tanggal 12 Februari 1912. Barangkali ini merujuk pada pembentukan OL Mij. PGHB pada waktu kongres pertama PGHB di Magelang pada tanggal 12 Februari 1912)
Pada rapat anggota OL Mij. PGHB di Semarang tanggal 5-7 November 1914, selain melakukan perubahan nama perusahaan juga memilih pengurus baru, sbb :
Direktur : MKH Soebroto
Sekretaris : R Soehari
Bendahara : M Adimidjojo
Presiden Komisaris : MNg. Dwidjosewojo
Komisaris : R Hasan
Komisaris : M Djajasoedira
Demikianlah sejarah kelahiran AJB Bumiputera 1912 melalui perjuangan yang panjang. Antara Boedi Oetomo, PGHB dan AJB Bumiputera saling berkaitan.

Sumber : dirangkum dari buku BUMIPUTERA 1912 MENYONGSONG ABAD 21 edisi tahun 1992 dengan penyelarasan bahasa dan edit seperlunya.

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s