Ketika Kereta Api Berjaya di Tanah Jawa

Standard

Stasiun Kereta Api Ambarawa

Sejarah transportasi kereta api di Indonesia mungkin termasuk yang tertua di dunia.  Pada tahun 1864, pemerintah kolonial Hindia Belanda sudah membangun lintasan rel dari Semarang ke Vorstenlanden(Solo dan Yogyakarta), hanya terpaut 34 tahun sejak kemunculan kereta api pertama di Inggris. Tergolong cepat pada waktu itu, mengingat jauhnya jarak dunia Barat dan Timur, serta terbatasnya moda angkutan antar benua yang hanya mengandalkan kapal laut.

Ilustrasi Stasiun Tanggung di Purwodadi

Hadirnya kereta api di Indonesia, berawal dengan berdirinya perusahaan swasta NV Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 27 Agustus 1863. Sekitar enam tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 10 April 1869, Pemerintah Hindia Belanda juga mendirikan perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS). Pendirian SS ini dilatarbelakangi adanya kesulitan dalam pembangunan jalur kereta, misalnya masalah finansial. Namun, ide pembangunan jaringan jalur kereta api telah dikemukakan oleh Kolonel JHR Van Der Wijk, seorang petinggi Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL), pada 5 Agustus 1840, 23 tahun sebelum NISM didirikan. Menurut Kolonel JHR Van Der Wijk kereta api merupakan salah satu jalan keluar untuk mengatasi masalah pengangkutan dan akan sangat menguntungkan dalam bidang pertahanan. Ide awal yang ia rencanakan adalah pembangunan jalur kereta api Batavia-Surabaya melalui Yogyakarta dan Surakarta. Pemerintah Hindia Belanda menerima ide itu, tetapi jalur yang dibangun  malah  menghubungkan Semarang dengan Surakarta dan Yogyakarta.

Kantor pusat NISM di Semarang, sekarang kita mengenalnya dengan sebutan Lawang Sewu.

NISM sendiri didirikan setelah mendapatkan izin dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Mr. L.A.J.W. Baron Sloet Van De Beele untuk membangun jalur Kemijen-Tanggung yang berjarak 26 km. Pembangunan jalur kereta api di Jawa, kemudian dilakukan pada 17 Juni 1864, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke- 52  Van De Beele. Jalur Kemijen-Tanggung selesai dan mulai dipergunakan pada 10 Agustus 1867. Jalur Kemijen-Tanggung ini kemudian diperpanjang hingga sampai Yogyakarta melalui Surakarta dan mulai dipergunakan pada 10 Juni 1872. Selesainya jalur baru ini sekaligus menandai masuknya kereta api untuk pertama kali ke wilayah Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan kemudian dibuka dan diresmikan pada 2 Maret 1882. Semua jalur tersebut dikuasai dan dikelola oleh NV. NISM (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij / Perusahaan Kereta Api Hindia-Belanda).

Pelopor pembangunan kereta api di Jawa adalah Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij atau NISM. Walau sebelumnya ijin konsesi sempat ditolak oleh Pemerintah Hindia Belanda dan mengalami masalah keuangan pada masa pembangunan, akhirnya rel kereta api antara Semarang – Vorstenlandenselesai dibangun tahun 1871.

Foto dan peta tempo doeloe tentang perkeretaapian antara Kedungjati dan Ambarawa

Thomas H. Reid dalam buku yang ditulisnya, “Across the Equator” (1908), mengutip pengalaman temannya yang pernah menumpang kereta api dari Semarang ke Yogyakarta sebagai berikut :

“Perjalanan dari Samarang ke Djocjakarta biasanya ditempuh melalui Solo(Soerakarta), tapi rute ini biasa-biasa saja karena cuma melintasi dataran rendah yang dipenuhi persawahan. Aku menyarankan rute yang lebih menarik melalui (benteng) Willem I.  Ada kereta yang berangkat pukul 5.57 atau 8.17 pagi dan sampai di Djocja pukul 2.16 atau 5.10 sore.  Kereta yang berangkat pukul 10.50 cuma sampai Magelang, jadi akhirnya aku menumpang kereta yang berangkat pukul 2.9 siang, dan setelah sampai di stasiun Kedoeng Djattie, kami pun pindah ke kereta lain. Selama dua jam berikutnya, kereta melintasi kaki-kaki bukit, hutan dan padang rumput yang indah, silih berganti dengan pemandangan lembah, sawah dan bukit-bukit di kejauhan saat kereta merayap naik ke Willem I.  Tempat ini kami capai pada pukul 5 sore, dimana kami bisa merasakan sejuknya semilir angin dan menikmati keindahan alam serta matahari terbenam di gunung kecil di depan hotel.“Keesokan harinya pada pukul 8.54, aku ikut kereta api yang berangkat dari Semarang pukul 5.57 dan tak lama kemudian sampai di sebuah stasiun dimana lokomotifnya ditukar dengan loko cog-wheel karena daerah yang akan kami lewati nanti terlalu berat bagi loko biasa. Kereta kemudian berjalan lagi memutari bukit-bukit yang dipenuhi ladang hingga ke puncaknya. Kereta pun terus naik ke atas hingga kami bisa merasakan udara yang sangat menyegarkan. Tiffin (makan siang) harus dipesan melalui kondektur sebelumnya dan akan diantarkan ke gerbong. “Kira-kira pukul satu siang loko kereta diganti lagi, dan perjalanan ke Djocja pun dimulai melalui Magelang. Bagi mereka yang ingin mengunjungi Samarang, aku sangat menyarankan rute ini.”

https://i0.wp.com/www.merbabu.com/gunung/merbabu_tempo_dulu/kereta.jpeg

Kereta uap saat melewati rel bergerigi di perbukitan Bedono

 Terhitung ada sebuah perusahaan kereta api negara dan 16 perusahaan kereta api swasta yang beroprasi di Jawa. Adapun perusahaan kereta api dan trem  yang mendapat konsesi di Jawa:

1. Staats Spoorwegen (SS),

2. Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM),

3. Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS),

4. Javaasche Spoorweg Maatschappij (JSM),

5. Poerwodadi Goendih Stoomtram Maatschappij (PGSM),

6. Bataviaasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS),

7. Ooster Java Stoomtram Maatschappij (OJS),

8. Surabaja Solosche Tramweg Maatschappij (SoTM),

9. Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS),

10. Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS),

11. Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (PoSM),

12. Bataviaasche Stoomtram Maatschappij (BSTM),

13. Probolinggo Stoomtram Maatschappij (PbSM),

14. Kediri Stoomtram Matschappij (KSM),

15. Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM),

15. Babat Djombang Stoomtram Maatschappij (BDSM),

16. Malang Stoomtram Maatschappij (MS)

 Stasiun Magelang Pasar tempo doeloe

Perkembangan transportasi ini begitu pesat.  Jika pada tahun 1864 panjang rel yang dibangun baru 25 km, pada tahun 1900 lintasannya sudah mencapai 3.338 km, bertambah 133 kali lipat dalam kurun waktu 36 tahun! Suatu pencapaian luar biasa yang pernah ditorehkan bangsa Belanda di negeri jajahannya.

Stasiun Magelang Kota

Salam Railfans

Caesar 271111

*dari berbagai sumber

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s