Societeit “De Eendracht”, Magelang, tempat tuan dan nyonya berdansa

Standard

Kota Magelang di jaman Belanda menjadi tempat hunian yang sangat nyaman dan sejuk udaranya. Bagaimana tidak karena posisinya yang di kitari gunung-gunung dengan pesona pemandangan bak permadani nan indahnya. Terlebih lagi Kota Magelang di jadikan sebagai pusat pemerintahan seperti sebagai ibukota kabupaten, karesidenan, gemeente dan stadsgemeente . Di tambah pula sebagai pusat militer di Jawa Tengah. Lengkap sudah bahwa Kota Magelang menjdi kota terpenting di jamannya.

Melihat hal itu pemerintahan pada waktu itu berupaya meningkatkan fasilitas sarana kota bagi warganya, seperti pendidikan, kesehatan, taman, pasar, jalan, transportasi termasuk tempat hiburan. Lalu tempat seperti apa ya di masa itu ?

Karena pada waktu itu banyak orang Belanda di Magelang maka budaya baratlah yang di bawa. Sebuah tempat sebagai pelepas lelah dan hiburan maka di dirikanlah sebuah Societeit atau kamar bola, mirip diskotik atau tempat bola sodok di masa kini. Saat itu yang ada adalah Societeit “De Eendracht” namanya. Lokasinya di sisi timur laut dari Aloon-aloon Magelang [sekarang menjadi Bank BCA di pojok Alun-alun].

Peta Kota Magelang tahun 1923, Societeit de Eendracht ada di pojok timur laut Aloon-aloon Magelang

Belum di ketahui secara pasti sejak kapan Societeit “De Eendracht” ini di dirikan. Akan tetapi sebuah foto tempo doeloe di tahun 1892 telah menunjukkan keberadaan dari societeit itu.

Societeit “De Eendracht” di tahun 1892 [Officierssociëteit te Magelang 1892]

Posisinya yang strategis di pusat kota menjadikan betapa penting peran dari Societeit “De Eendracht” ini. Di sekitar Aloon-aloon sendiri pada saat itu sudah ada masjid kauman, protestankerk, gereja katolik, rumah bupati Magelang, MOSVIA, Restoran Bandung [bangunan utara Gardena], Bioskop Roxy [sekarang Gardena], Bank Escompto [sekarang eks Hotel Mulia], Hotel Loze [sekarang Matahari], Kelenteng , Landraadgebouw [sekarang Bank Jateng]. Terlebih lagi dekat dengan stopplats kereta api dan kantot pos. Bisa di bayangkan betapa ramainya suasananya pada waktu itu.

Societeit “De Eendracht” di sebelah kanan,  [Gezicht op Aloon-aloon met Societeiten op den Soembing te Magelang, 1910.]
Collectie : Pretenkabinet Universiteit Leiden.

Societeit “De Eendracht”, Magelang di tahun 1910 berdampingan dengan rel kereta api di sisi kanannya. [Collectie : KITLV Pictura]

Berada di Aloon-aloon Noord yang berdampingan dengan grooteweg noord atau jalan raya utara menjadikan Societeit “De Eendracht” berada pada posisi strategis. Pada saat itu pengunjungnya kebanyakan adalah orang-orang Belanda. Orang pribumi dan timur asing memiliki societeit sendiri. Untuk orang pribumi ada di kampung Jambon sedangkan orang Cina ada di Prawirokusuman [sekarang Jalan Tarumanegara]. Bahkan societeit untuk militer pun juga ada, yaitu di belakang Hoofwacht auditie militair/sekarang Pondok Sriti di timur tangsi militer Rindam IV Diponegoro.

Societeit “De Eendracht” di tahun 1925 [Het voor- en oost aanzicht met nieuwe balustrade van Sociëteit De Eendracht te Magelang 1925]

Lalu seperti apakah sebenarnya isi dalam ruangan dari Societeit “De Eendracht” itu ?

Dari beberapa foto yang berhasil di kumpulkan dapat diketahui bahwa Societeit “De Eendracht” memiliki fasilitas yang cukup wah di jamannya. Seperti tempat bola sodok atau bilyar, tempat berdansa, tempat minum-minum, tempat menyanyi dan lain-lain.

Tempat bola sodok di Societeit “De Eendracht” tahun 1925 [De biljartzaal van Societeit de Eendracht te Magelang , 1925 KITLV Pictura]

Ada lagi tempat berdansa para sinyo-sinyo dan noni-noni seperti foto di bawah ini.

De verbouwde danszaal van Societeit De Eendracht te Magelang, 1925 KITLV Pictura

Atau tempat kongkow-kongkownya para tuan-tuan dan nyonya-nyonya seperti di bawah ini.

De speelzaal van Societeit De Eendracht te Magelang, 1925 KITLV Pictura

Betapa Societeit “De Eendracht” menjadi tempat highclass bagi masyarakatnya di waktu itu. Tidak hanya sekedar pelepas lelah, akan tetapi juga demi menjaga prestise dan gengsi dari kalangan orang-orang tertentu.

Societeit “De Eendracht” yang berdampingan dengan groote weg noord atau jalan raya utara/sekarang jalan Akhmad Yani [ Groote Weg Noord nabij Societeit De Eendracht (rechts) te Magelang, KITLV Pictura, 1927.]

Societeit “De Eendracht” telah menjadi memberi warna pada kota ini, memberi kenangan bagi pengunjungnya. Cerita yang terkandung di dalamnya seperti bak dongeng dan mitos semata karena begitu minimnya sumber arsip sejarah yang menceritakannya. Akan tetapi pada perang kemerdekaan gedung yang pernah bernama Balai Pemuda ini di bakar para pejuang. Apalagi bekas-bekasnya kini sudah tidak tampak lagi. yang ada hanya sebuah bangunan megah yang bernama Bank BCA.

Semoga cerita dan tulisan ini bisa menggugah kepedulian kita terhadap penggalian sejarah dan pelestarian cagar budaya  di kota tercinta. SAVE HISTORY & HERITAGE IN MAGELANG !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s