JEJAK-JEJAK ZENDING DI GEREJA KRISTEN JAWA MAGELANG

Standard

      GEREFORMEERDE KERK atau Gereja Kristen Jawa di Djalan Bajeman/Jl. Tentara Pelajar sekarang [foto : Tropen Museum]

  Pada pertengahan tahun 1859, pemerintah Hindia Belanda mendirikan sekolah Zending, yakni sekolah-sekolah yang mempunyai tujuan penyiaran agama Kristen Protestan. Sekolah tersebut yakni “Nederlandsche Gereformeerde Zendingsvereeniging” yang didirikan di Jawa Tengah. Nah dengan dikabulkannya permohonan Zending tersebut yaitu untuk membuka sekolah Kristen dan Pekabaran Injil (PI) yg dirintis oleh Dr. D Bakker Sr pada tahun 1910, maka jemaat di Amsterdam mulai bersiap-siap mengatur perencanaan dan utusan yang diberi tugas untuk melaksanakan PI dan masalah pendidikan Kristen. Permohonan PI sudah di ajukan sejak tahun 1890 dan dimulai di Surakarta.

        Setelah melalui berbagai perjuangan selama 20 tahun, barulah dikabulkan pada tahun 1910. Pada tahun 1911 untuk menindaklanjuti ijin tersbut maka jemaat di Amsterdam (Middelburg) memanggil DS A MARKELIJN yang semula yang menjadi Pendeta di Jemaat Schoodijke. Pd tgl 25 Mei 1911 beliau ditetapkan menjadi Pendeta Utusan (missionair predikant) dan dikirim ke tanah Jawa. Pada bulan Februari Markelijn tiba di Jogjakarta dan selama beberapa  hari mempersiapkan diri untuk bertugas di Magelang dan sekitar wilayah Kedu.

             Pada tanggal 3 September 1912 beliau telah berada di Magelang tepatnya di Kampung Jambon untuk segera melaksanakan tugas. Dengan kedatangan Markelijn tersebut maka di mulailah pelaksanaan kebaktian, meski pada saat itu belum memiliki gedung gereja untuk kebaktian. Akhirnya kebaktian di laksanakan di rumah Markelijn di Jambon yang diikuti oleh sekitar 7-10 orang jemaat. Pada tahun 1913 dengan semakin banyaknya pengikut maka di sebelah rumah Markelijn dibangunlah brak dari bambu yang difungsikan untuk ibadah setiap hari minggu.

             Selain itu juga tempat tersebut juga dipergunakan untuk kursus bahasa Belanda dan pertemuan-pertemuan lainnya. Di dalam misinya DS A Markelijn selalu berupaya untuk mengenal lingkungan dan mengadakan pendekatan dengan semua pihak termasuk Jemaat Kerasulan. Makin banyaknya orang2 yg senang menerima berita keselamatan yang dibawakan oleh Markelijn dan adanya kursus bahasa Belanda maka hal ini semakin  menumbuhkan keinginan untuk mendirikan sekolah Kristen sebagai salah satu sarana PI.

Gereja Kristen Jawa di masa sekarang [foto : http://www.gkj.or.id]

Pada tanggal 2 September 1913 telah dibuka HCS (Hollandsch-Chineesche School atau Sekolah Cina-Belanda, sekarang SMK Wiyasa) di Jl. Tidar 36, kemudian HJS met de Bijbel (Hollandsch-Javansche School, sekarang SD Cacaban 4) di Kejuron dan Christelijke Schakelschool di Kemirikerep 33 (sekarang SD Kristen 1 Kemirikerep). Dengan dibukanya sekolah tersebut maka perkembangan jemaat Kristen Jawa semakin maju, sehingga brak yang dibangun sebagai sarana tempat ibadah sudah tidak dapat menampung umat lagi. Maka di upayakanlah untuk meminjam gedung sekolah di Kejuron atau di Jl. Tidar 36 sebagai tempat ibadah.

Setelah melewati masa-masa yang panjang maka pada tanggal 7 Maret 1921 secara resmi dibukalah gereja di Jl. Bayeman 46 (skrg jl. Tentara Pelajar) dengan 2 lantai. Lantai 1 untuk kantor Zending dan lantai 2 untuk ibadah kebaktian. Dan gereja tsb diperuntukkan untuk jemaat Belanda dan Jawa. Secara resmi gereja ini bernama GEREFORMEERDE KERK.

Bangunan gereja itu sendiri pada lantai 1 seolah-olah seperti berada di bawah tanah karena memang tempat berdirinya gereja ini ada pada kontur tanah yang lebih rendah dari jalan raya di depannya. Sedangkan posisi lantai 2 sejajar dengan jalan raya. Yang unik pada samping kanan dan  kiri gereja terdapat tangga dari pekarangan sebelah lantai 1 yang berfungsi sebagai tangga naik menuju pintu masukgereja yang ada di lantai 2. Tapi sayangnya tangga sebelah kanan/utara sudah dibongkar untuk pembangunan gedung serba guna [GSG]. Pada tahun 1943 karena adanya gempa maka menara yang ada di fasad gereja runtuh. Dalam perbaikan berikutnya menara tersebut tidak dibangun kembali sehingga gereja ini tanpa menara. Kini gereja ini bernama Gereja Kristen Jawa [GKJ].

(sumber : Selayang Pandang Perjalanan GKJ Magelang 1924-2008, hari jadi ke 84)

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s