Liputan dari pameran Magelang Tempo Doeloe 2013.

Standard

Banyak hal dan banyak cara ketika kita ingin menguak dan memperkenalkan  sejarah kota tercinta ini. Tidak harus duduk manis di bangku sekolah atau di kampus biru. Kita bisa belajar lewat apa yang ada di sekitar kita. Entah dengan melihat, mendengar, merasakan ataupun dengan berpikir. Lalu bagaimana caranya ya agar orang mau menyukai sejarah ?

Nah salah satunya adalah lewat pameran, Yah namanya pameran Magelang Tempo Doeloe yang di gelar selama 2 hari yaitu tanggal 27-28 April 2013.

https://i1.wp.com/assets.kompas.com/data/photo/2013/04/28/0944154-magelang-tempo-dulu-620X310.jpg

Pameran Magelang Tempo Doeloe 2013 yang digelar di halaman Bakorwil II eks Karesidenan Kedu, Jalan Diponegoro Magelang, memang berbeda jauh dengan pameran-pameran produk lain pada umumnya. Pengunjung tidak akan menemukan barang-barang mewah, mahal, dan modern seperti di pameran properti atau komputer.

Sesuai namanya, di pameran ini pengunjung justru akan disuguhi segala macam suasana Magelang pada jaman dulu, berikut benda-benda yang berbau kuno dan antik. Setidaknya ada 35 stan yang saling unjuk kebolehan menyajikan keunikan suasana Kota Magelang jadul (zaman dulu). Stan-stan tersebut antara lain dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Magelang dan sekitarnya.

Stan Hotel Sriti Kota Magelang misalnya, setiap penjaga stan memakai pakaian khas orang-orang Belanda zaman dulu, lengkap dengan tata ruang dan penyajian makanan asli Belanda, Leker. Ada juga stan mainan anak-anak yang barangkali akan membuat pengunjung tersenyum simpul karena pasti teringat dengan mainan-mainan masa kecil yang sekarang hampir punah. Mainan macam othok-othok, congklak, gasing, dan lainnya.

Ada pula bursa lawasan yang memajang aneka benda kuno, seperti sepeda, meja, kursi, uang logam, buku, lukisan sampai foto-foto kondisi Magelang pada masa kedudukan Belanda.

Ada lagi penampilan dari MACI/Motor Antik Club Indonesia juga turut serta menampilkan koleksinya seperti Harley Davidson WL. MZ, dan DKW. Menurut Yoga salah seorang anggota MACI, keikutsertaan MACI ini sudah yang ketiga kali sejak even Magelang Tempo Doeloe di gelar. Selain koleksi motor antik, juga di tampilkan beberapa koleksi motor CB, Vespa, Lambreta dan tidak ketinggalan deretan sepeda antik yang tentu saja mempunyai harga yang tinggi karena memiliki nilai yang antik dan langka.

Jika lapar seusai keliling pameran kita dapat mampir di stand Djadjanan Ra’jat, jangan harap kita akan menemukan stan burger atau fast food. Namun, justru akan bertemu makanan tradisional seperti lotek, jenang, cetil, nasi lesah sampai soto. Bahkan sego jagung iwak asin gereh pethek pun masih ada yang jual da acara ini. Makanan tersebut sudah jarang atau bahkan sudah tidak ditemukan lagi di hari-hari biasa.

“Pameran ini memang rutin digelar tiap tahun sebagai rangkaian perayaan HUT ke-1107 Kota Magelang. Sejak hari pertama pengunjung memang ramai dan antusias sekali,” kata Hary Nurjianto, Ketua Seksi Pameran Magelang Tempo Doeloe HUT ke-1107 Kota Magelang yang berlangsung pada 27-28 April 2013.

Bertempat di Halaman Museum BPK kompleks Bakorwil II Karesidenan Kedu Kota Magelang, pameran diikuti oleh sedikitnya 35 stan yang merupakan perusahaan dan instansi baik dari lokal Magelang ataupun luar kota seperti Solo, Klaten, dan Yogyakarta. Turut pula komunitas-komunitas pecinta benda kuno dan antik, antara lain Komunitas Kota Toea Magelang,  Komunitas sepeda antik VOC, Paguyuban penggemar Keris Satriya tama, Komunitas Motor Antik Club Indonesia/MACI, KSBI/Komunitas Seniman Borobudur Indonesia, Bol Brutu/gerombolan pemburu batu, BPPI/Badan Pelestari Pusaka Indonesia , Paguyuban Lawasan dan masih banyak lagi.

Dengan mengusung tema “Magelang The Heritage City (Magelang Kota Pusaka)”, yang artinya bahwa Magelang baik Kota maupun Kabupaten memiliki warisan sejarah dan cagar budaya yang tinggi nilainya.  Bagus berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman sejarah bagi generasi muda. Karenanya, akan timbul rasa bangga, rasa memiliki bangsa ini bagi generasi muda.

“Konsep pameran tahun ini lebih kuat mulai kualitas sampai materi, sekarang dipamerkan juga mobil, sepeda, dan motor kuno. Tempatnya juga kami pilih di Bakorwil karena kita ingin sekaligus mengenalkan kepada masyarakat bahwa tempat ini juga memiliki sejarah,” ujar Bagus Priyana, salah satu koordinator kegiatan.

https://i1.wp.com/mpn.kominfo.go.id/web/wp-content/uploads/2013/04/Screenshot-from-2013-04-29-125313-another-copy.png

stand Monumen Pers Solo di acara Pameran Magelang Tempo Doeloe menampilkan koleksi foto, surat kabar dan audio visual.

Selain pameran, pihaknya juga menggelar acara Remboeg Sedjarah & Boedaja, Lajar Tantjap film tentang Kartini, Sarasehan tentang Keris, Djeladjah Kota Toea, yaitu mengelilingi Kota Magelang naik sepeda ontel dengan mengenakan pakaian khas Belanda dan Jawa.Ada juga Panggoeng Moesik & Boedaja, Oendjoek Potrek Koeno, Oendjoek Angkoetan Lawas, Djadjanan Ra’jat dan lain-lain.

https://i2.wp.com/mpn.kominfo.go.id/web/wp-content/uploads/2013/04/Screenshot-from-2013-04-29-125313-copy.png

Panggoeng Boedaja dengan menampilkan kesenian tradisional

Monumen Pers Nasional Solo, pada pameran ini menampilkan, ekpose media tentang Magelang Tempo Doeloe, Peringatan Hari Kartini yang dimuat majalah Panyebar Semangat th.1939 – 40, foto Bung Karno ketika berpidato, di alun-alun kota Magelang 1954, macam-macamperangko yang dimuat majalah Jawa Baroe pada pendudukan Jepang dan baberapa ekspose media lainnya.

Dewan Kesenian selaku pelaksana kegiatan mengharapkan bahwa even Pameran Magelang Tempo Doeloe ini dapat berlangsung setiap tahun dan menjadi acara terfavorit yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat dalam setiap pelaksanaan peringatan Hari Jadi Kota Magelang.

[ sumber : http://regional.kompas.com/read/2013/04/28/11030684/Yuk.Menengok.Magelang.Tempo.Doeloe

http://mpn.kominfo.go.id/index.php/2013/04/29/pameran-magelang-tempo-doeloe-2/

dan di rangkum dari berbagai sumber]

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s