SEJARAH PERKERETAAPIAN DI INDONESIA

Standard

I. SEJARAH PEMBANGUNAN JALAN KERETA API DI INDONESIA

           Indonesia adalah negara kedua di Asia (setelah India) yang mempunyai jaringan kereta api tertua. Cina dan Jepang baru menyusul 12 – 15 tahun kemudian. Sejarah perkeretaapian di Indonesia diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen sebelah timur kota Semarang pada tanggal 7 Juni 1864. Pencangkulan pertama ini dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan ini diprakarsai oleh “Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes. Jalur ini dari Samarang menuju desa Tanggung sepanjang 26 kilometer dengan lebar sepur 1.435 milimeter. Ruas jalan ini dibuka secara resmi untuk angkutan umum hari Sabtu tanggal 10 Agustus 1867.

Stasiun Tambaksari NIS (1867-1914) Semarang

Pict by: KITLV

          Setelah beroperasinya jalur KA tersebut maka menyusulah pembukaan jalur-jalur KA baru yang menghubungkan kota-kota di tanah Hindia Belanda. Bermacam-macam perusahaan KA baik milik negara maupun swasta mulai beroperasi. Perusahaan-perusahaan api itu seperti sbb : 

 

  1. Perusahaan Kereta Api Negara (SS)

Kantoor van de Staatsspoorwegen (S.S.) te Bandoeng Java

Pict by: Tropenmuseum

Staats Spoorwagen (SS) adalah Perusahaan Kereta Api Negara yang berkantor pusat di Bandung (sekarang menjadi Kantor Pusat PT. Kereta Api (Persero) di jalan Perintis Kemerdekaan No. 1 Bandung). Sebelum melaksanakan pembangunan jalan kereta api, terlebih dahulu dilakukan penyerahan tanah negara (bestemming) kepada SS berdasarkan ordonansi yang dimuat dalam Staatsblad Nederlandsch Indie. Setiap lintas jalan kereta api yang dibestemmingkan kepada SS dimuat dalam Staatblad masing-masing.

Mulai tahun 1875 berdasarkan Staatsblad 1875 Nomor 141 pemerintah menyerahkan tanah negara kepada SS untuk membangun jalan kereta api lintas Surabaya – Malang.

Selanjutnya SS meneruskan pembangunan jalan kereta api baik di Jawa maupun Sumatra berdasarkanpenyerahan tanah oleh pemerintah. Seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung. 

 

        2. Perusahaan Kereta Api Swasta Belanda (VS)

          Vereniging Van Nederlands Indische Spoor en Tramweg Maatschappij atau disebut juga Verenigde Spoorwegbedrigf (VS) merupakan wadah dari 12 perusahaan kereta api swasta Belanda yang beroperasi di Indonesia. Sebelum melakukan pembangunan jalan kereta api, tanah aset VS diberikan oleh pemerintah dengan hak eigendom, hak opstal untuk emplasemen dan bangunan lainnya dan untuk prasarana pokok dengan hak konsesi atas nama masing-masing badan hukum perusahaan kereta api swasta yang bersangkutan.

          N.V. Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) merupakan salah satu perusahaan kerèta api swasta Belanda yang tergabung dalam VS. Berdasarkan Gouvermant Besluit Nomor 1 tahun 1862 tanggal 28 Agustus 1862, pemerintah menyerahkan tanah dan memberi konsesi kepada NIS untuk membangun jalan kereta api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

N.V. Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) – Lawang Sewu, Semarang.

Pict by: KITLV

 

II. RIWAYAT PERUSAHAAN KERETA API.

 

                                                          Jaman Hindia Belanda

Pada Jaman Hindia Belanda, di Indonesia terdapat dua macam perusahaan kereta api yang beroperasi yaitu :

  • Perusahaan Kereta Api Negara (Staats Spoorwegen disingkat SS)
  • Perusahaan Kereta Api Swasta yang tergabung dalam wadah yang diberi nama Verenigde Spoorwegbedrijf disingkat VS.

SS mulai beroperasi tahun 1878 dari Surabaya ke Lamongan dan selanjutnya meluas meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Lampung.

Kantor pusat SS berada di Bandung (sekarang menjadi Kantor Pusat PT. Kereta Api (Persero) di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1 Bandung). Perusahaan Kereta Api Swasta beroperasi mulai tahun 1867 dari Semarang ke Tanggung oleh NIS.

Selanjutnya wilayah operasi NIS meluas ke wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur.

Kantor Pusat NIS di Indonesia berada di Semarang yaitu di gedung Lawang Sewu.

Dengan adanya keberhasilan NIS, selanjutnya bermunculan perusahaan-­perusahaan kereta api swasta lainnya yang beroperasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Madura, dan Sumatra Utara.

Perusahaan kereta api swasta tersebut adalah :

  • N.V. Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS)
  • N.V. Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS)
  • N.V. Seradjoedal Stoomtram Maatschappij (SDS)
  • N.V. Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS)
  • N.V. Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (Ps. SM)
  • N.V. Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM)
  • N.V. Probolinggo Stoomtram Maatschappij (Pb. SM)
  • N.V. Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM)
  • N.V. Malang Stoomtram Maatschappij (MS)
  • N.V. Madoera Stoomtram Maatschappij (Mad. SM)
  • N.V. Deli Spoorweg Maatschappij (DSM)
  • N.V. Koedoes Stoomtram Maatschappij (KSM)

 

Masa pendudukan Jepang

Pada masa pendudukan Jepang, perusahaan kereta api SS dan VS pengelolaannya disatukan dan kereta api di Jawa diberi nama Rikuyu Sokoku dibagi dalam 3 daerah eksploitasi:

  • Seibu Kyoku di Jawa Barat
  • Chubu Kyoku di Jawa Tengah
  • Tobu Kyoku di Jawa Timur

Sedangkan Kereta Api di Sumatera dibagi dalam 3 daerah eskploitasi yaitu:

  • Nambu Sumatora Tetsudo di Sumatera Selatan (termasuk Lampung)
  • Seibu Sumatora Tetsudo di Sumatera Barat
  • Kita Sumatora Tetsudo di Sumatera Utara dan Aceh.

 

                                                            Setelah Kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Pemerintah Indonesia segera mengambil alih kekuasaaan kereta api dari Jepang. Selanjutnya berdasarkan Maklumat Kementrian Perhubungan Republik Indonesia Nomor 1/KA Tanggal 23 Oktober 1946 Perusahaan Kereta Api SS dan VS dikelola oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI)

Pada masa perjuangan fisik dengan datangnya kembali Belanda bersama Sekutu, penguasaan kereta api terbagi menjadi dua. Di daerah yang dikuasai Republik, Kereta Api dioperasikan DKARI. Sedangkan untuk daerah yang dikuasai Belanda, Kereta Api dioperasikan oleh SS dan VS.

Setelah terjadi pengakuan kedaulatan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan, Tenaga dan Pekerjaan Umum Republik Indonesia tanggal 6 Januari 1950 Nomor 2 tahun 1950 terhitung 1 Januari 1950 DKARI, SS dan VS digabung menjadi satu jawatan dengan nama Djawatan Kereta Api (DKA)

Semua kekayaan, hak-hak dan kewajiban DKARI, SS dan VS mulai 1 Januari 1950 dioper oleh DKA

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1963, Djawatan Kereta Api (DKA) diubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 1971, Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) diubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1990, Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) di ubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1998, Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA) diubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero)

(Sumber : Penjelasan singkat kepemilikan Tanah PT Kereta Api Persero PT KAI Daop VI) 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s