INDUSTRI CERUTU DI MAGELANG, ASAPNYA PERNAH MENGEPUL SAMPAI KE EROPA

Standard

 

[pabrik cerutu “Ko Kwat Ie & Zonen Fabrieksigaren & Co” yang legendaris  yang berlokasi di Pawirokoesoeman, sekarang Jalan Tarumanegara]

“Pagi itu setelah matahari sepenggalan hari puluhan wanita tampak sibuk mengerjakan sesuatu. Terlihat tangan mereka dengan cekatan melinting rajangan tembakau ke dalam balutan kertas sigaret. Seolah-olah apa yang dikerjakan seperti sebuah mesin yang berjalan. Diam tapi tangan mereka bergerak dengan cepatnya seolah-olah tangan mereka memiliki mata. Yang lain sibuk merapikan ujung-ujung rokok yang kurang rapi dengan gunting.

Di sisi lain beberapa bagian yang lain beberapa tenaga laki-laki sibuk mengangkut dan membongkar tembakau dan cengkeh sebagai bahan baku pembuatan rokok kretek.”

       Sebagai sebuah wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan, Magelang memiliki tanah yang subur. Sehingga berbagai jenis tanaman pertanian menjadi tanaman utama. Tidak terkecuali dengan tembakau. Tembakau banyak di tanam di daerah Magelang, Muntilan, Parakan, Temanggung dan sekitarnya. Pada saat itu bisa dikatakan tembakau merupakan tanaman favorit para petani setelah padi. Hal ini wajar mengingat bahwa tembakau merupakan komoditi yang sangat menggiurkan. Termasuk industri pabrik cerutu [sigarenfabrieken] dan rokok [sigaretfabrieken] maupun tembakau krosok [tabak].

      Di Magelang banyak sekali tumbuh dan berkembang berbagai pabrik. Seperti pabrik cerutu legendaris Ko Kwat Ie & Zonen di Prawirokoesoeman Wetan (Jl. Tarumanegara sekarang), pabrik rokok Aroma di Mertoyudan, rokok Tasbih, rokok Tidar dll.

      ‘Ko Kwat Ie & Zonen Sigarenfabrieken’ begitu nama resmi pabrik ini merupakan pabrik legendaris yang khusus memproduksi cerutu. Pabrik ini berdiri sejak tahun 1900 dan berlokasi di Pawirokoesoeman Wetan/sekarang jalan Tarumanegara dan gedungnya juga masih tegak berdiri di pinggir kali Manggis. Bekas gedung ini pernah di pakai untuk sekolah tiga bahasa. Pabrik ini memproduksi cerutu yang bermerk Panama-Ster, Deli-Havana, Missigit-Deli dan Carnaval.

Cerutu hasil produksi pabrik ini di ekspor juga ke Eropa. Bahkan dipasarkan juga sampai ke Bremen di Jerman. Nah produk yang dipasarkan pada waktu itu pabriknya harus memiliki sertifikat internasional sebagai jaminan kualitas. Sertifikat ini sekarang dimiliki oleh Tarumartani Jogja. Pada masa jayanya Ko Kwat Ie memiliki 2-3 ribu karyawan. Sungguh suatu jumlah yang teramat banyak di masa itu.

      Bahkan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Stakenborgh dan Raja Surakarta Sri Susunan Pakubuwono X juga mengunjungi pabrik ini. Sungguh hebat benar orang nomer 1 di tanah Hindia Belanda dan Kasunanan Surakarta ini yang mau menyempatkan berkunjung ke kota kecil ini. Hal ini tentunya bukanlah hal yang aneh karena produk yang di hasilkan memiliki kualitas yang tinggi. Apalagi di tunjang dengan laboratorium yang khusus mengontrol kwalitas produksiny

“Hygienisch bereid uit de beste grondstoffen” itu adalah kalimat yang tercantum pada iklan promosinya di tahun 1935.

“De te Magelang gevestigde groot-fabrikant Ko Kwat Ie fabriceert sigaren die door geheel Indie door kwaliteit en prijs eene schitterende reputatie hebben verworven.”

      Pabrik cerutu besar lainnya adalah AROMA yang berlokasi di Groote weg Zuid yaitu di sekitar Mertoyudan. Diperkirakan lokasinya ada di sekitar karoseri New Armada sekarang ini. Di esa tahun 1920-40an pabrik ini mengalami kejayaan.

“Aan den Groote weg Zuid te Magelang (nabij Mertojoedan) bevinden zich de sigarenfabrieken van den heer TAN THIAM HOK, meer bekend als de AROMA-Sigarenfabrieken. Deze fabrieken zijn kortgeleden belangrijk vergroot en gemoderniseerd.”

(artinya kurang lebih seperti ini :

      Pabrik cerutu ini dimiliki oleh TAN THIAM HOK dimana pabrik ini terkenal dengan nama Pabrik Cerutu AROMA. Lokasi pabrik ada di Jalan Raya Selatan di sekitar Mertoyudan. Pabrik ini pernah memodernisasi mesin-mesin untuk meningkatkan kapasitas produksinya).

     Pabrik rokok lainnya yaitu Pabrik Rokok MAC GILLAVRY & CO memproduksi rokok merek Tidar yang pabriknya ada di wilayah Mertoyudan. Pada tahun 1935 Rokok Tidar ini dijual seharga 5 cents per bungkus dengan isi 20 batang. Pabrik ini pada tahun tersebut sudah memiliki mesin yang modern dan higienis yang dapat meningkatkan kapasitas produksinya berlipat-lipat.

“Mac. Gillavry, eignaar van de kleine, doch moderne en hygienische Magelangschesigarettenfabriek, weet de producten zijner fabriek, door moderne bedrijfsmethoden en door nauwletten toezicht bij de bereiding der sigaretten, zoo hog op te voeren, dat de bekende Tidar-sigaretten steeds williger aftrek vinden. De zeer lage prijzen der Tidar-sigaretten hebben tot het succes belangrijk bijgedragen.”

 

Pada waktu itu juga ada pabrik rokok Aroem Sari di Mertoyudan maupun industri rokok dan cerutu skala rumah tangga.

ERA TAHUN 1960-AN

      Pada era tahun 1960an, industri cerutu dan rokok berkembang sangat pesat di Magelang. Baik skala kecil, sedang maupun besar. Ko Kwat Ie masih bertahan memproduksi cerutunya. Ada lagi pabrik rokok tjap ‘TJETJAK & P’ di Djalan Pungkuran 1, pabrik rokok Tjap DAUN DJERUK di Djalan Magersari no. 317 A, pabrik rokok ONDO MAS di Tambakan 32 Muntilan, pabrik rokok TUMPENG di Djalan Pemuda 63, pabrik rokok Tjap ARIT di Djalan Embong Kenanga 1 A, perusahaan rokok kretek Tjap PAROOT oleh PT Indrapraska di Djalan Karang Kidul 8.

Nah, berbagai industri rokok yang ada tsb bernaung di Gabungan Perusahaan Rokok/GAPEROK yang mempunyai sekretariat di rumah Liem Hian Gie di Djalan Tidar 9 Magelang.

      Selain industri rokok dan cerutu, ada industri atau pabrik yang masih berhubungan dengan hal ini yaitu pabrik tembakau dan klembak. Tembakau sebagai bahan utama dari pembuatan rokok dan cerutu. Sedangkan klembak menjadi bumbu di pembuatan rokok kretek klembak menyan.

Pabrik itu antara lain ada pabrik tembakau dan peti GLOBE dengan pemilik Go Tjeng Bie di Djuritan Lor 28. Pabrik tembakau LIE SOEI KIE di Djalan Kebon 4, pabrik tembakau di Djalan Nanggulan 12, klembak Min You & Co di Kemirikerep 32, klembak Sentel THAY TJOENG dengan pemilik Tjoe Than Sen di Djalan Tuguran 236, klembak Tjap BAJI dengan pemilik Oey Hock Liang di Djalan Bajeman 25.

Ada lagi pabrik kertas sigaret Tjap TOPENG & TAMENG dengan pemilik Ong Ing Dhay di Gg. Djenangan PR 923 di Djalan Kemirirejo 34 .

      Panjangnya eksistensi dari pabrik rokok, cerutu, klembak dan sigaret mewarnai industri ini sepanjang jaman hingga kini di Magelang. Tidak sedikit peran mereka dalam mewarnai kehidupan kota ini. Jatuh bangun, gulung tikar adalah hal yang biasa. Ada yang masih eksis hingga kini, ada yang tinggal nama dengan sejuta cerita seperti Ko Kwat Ie di Pawirokusuman.

      Bahkan dari sebuah buku berjudul Damestooneeluitvoering FU NIE HUI tanggal 11 Juni 1938 Magelang mencantumkan berbagai iklan yang berhubungan dengan industri yang berhubungan dengan tembakau. Misalnya ada OEI KOK TIEN di Tidarweg 22 Magelang telf. 79 dan KO IK SOEI di Djoeritan Zuid Magelang Telf. 151, keduanya perusahaan Tabak Expourteur & Commissionnair.
Ada juga Roko klembak menjan Tjap LOS produksi sigaretten industrie LO BAN TJIAN Magelang. Ada lagi LIEM ING TJOM di Moentilan Tabak Handelaar. Sigarenfabriek POETRI RIMBA buatan THE KIEM TOEN di Magelang, sigarenfabriek KHO KHIK SIEN di Magelang, Tabakshandel merk LIONG SENG di Groote weg zuid no 144 Magelang, kertas sigaret tjap BEDOETAN buatan Tan Khe Thay di Grabag dan Tan Kiem Jong merk JONG DJIANG di Moentilan handel in tabak en Inlandsche producten.
Berbagai industri yang saling berhubungan tsb dapat tumbuh dan berkembang tentunya sangat bermanfaat dalam bidang perdagangan dan peningkatan ekonomi rakyat. Tidak bisa di pungkiri bahwa pengaruhnya teramat besar terhadap kehidupan masyarakat Magelang dan sekitarnya.

Semoga cerita ini akan dikenang juga oleh generasi yang akan datang dan akan menjadi sejarah Magelang.

About komunitaskotatoeamagelang

Komunitas ini merupakan kumpulan sekelompok masyarakat yang peduli keberadaan peninggalan sejarah yang ada di wilayah Magelang dan Sekitarnya. Nilai sejarah dan arsitektur yang menyimpan nilai luhur merupakan sesuatu yang bukan hanya dikenal namun tetap perlu dilestarikan... Semangat inilah yang akan terus dipunyai oleh komunitas ini

10 responses »

  1. Sepengetahuan saya foto pada artikel ini adalah bangunan Pabrik Rokok DJERUK di Jalan Magersari, sekarang Jl, Al Ikhlas (di depan bangunan tersebut adalah kali Manggis). Bangunan pabrik rokok Kho Kwat Ie memang mirip dengan bangunan pabrik DJERUK.

  2. maturnuwun atensinya mas didik santoso. Berdasarkan Data sejarah, Fakta di lapangan dan Konfirmasi dari ahli waris bahwa menunjukkan jika foto tsb di atas adalah eks pabrik cerutu Ko Kwat Ie yang ada di Prawirokusuman atau Jalan tarumanegara atau belakang SMAN 3 Magelang. Untuk memastikan monggo di cek di lapangan. Dan info terkini eks pabrik cerutu ini sekarang menjadi milik boss New Armada. Liem Wan King.

    • Kalau kita cermati, bagian depan bangunan itu mepet dengan kali manggis. Sementara di depan pabrik cerutu Ko Kwat Ie adalah jalan Prawirokusuman (dulu) baru kali Manggis. Memang kedua bangunan tersebut bentuknya sama persis. Sayang pabrik rokok Djeruk yang di Jl Magersari sudah punah. Maturnuwun

      • maturnuwun bung Didik atas atensinya, pernah saya menemui ahli waris dari Ko Kwat Ie [cucunya] dan saya menunjukkan sebuah foto seperi di atas. Beliau menuturkan jika foto itu memang benar bangunan dari Pabrik cerutu Ko Kwat Ie. Terus saya bertanya juga kenapa di foto itu terdapat sebuah “jalan” yang mirip dengan sebuah aliran air. Dan jawabannya adalah memang itu dulu Kali Manggis yang memang pada waktu dulu lebar sampai ke timur persis di depan pabrik. Dan pada waktu tertentu, Kali Manggis agak di geser ke arah barat seperti sekarang.
        Info ini juga di perkuat oleh sebuah Majalah berjudul “Magelang Vooruit” tahun 1936 yang menunjukkan jika foto tersebut memang pabrik cerutu Ko KWat Ie. Kebetulan saya memiliki majalah itu meskipun cuma fotokopian saja. Pabrik ini sendiri di bangun pada tahun 1900.

    • sudah sulit di cari. Kalopun ada bukan untuk di konsumsi manusia tapi untuk dunia halus. Ini kisah nyata tentang sebuah usaha pembuatan cerutu di Jambon yang produknya cuma untuk sesaji.

  3. Magelang pancen ngangeni ,
    wah jadi mengenang cerita mbok mbok dulu ,banyak sekali yang kerja di sini dan jualan di depannya. sayang sekali katanya pabrik sudah dijual oleh anaknya & gak diteruskan lagi .

  4. I think this is among the most significant info for me.
    And i am glad reading your article. But should remark on few general
    things, The web site style is wonderful, the articles is really great :
    D. Good job, cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s