Monthly Archives: March 2011

Saluran Air Kali Manggis

Standard

https://kotatoeamagelang.files.wordpress.com/2011/03/e76a9-7.jpg

Jika kita melewati Jalan Manggis, Kelurahan Gelangan, Kota Magelang kita akan kita bisa menjumpai salarun air yang terbuat dari beton berbentuk kotak. Saluran tersebut memanjang dan mengikuti lekuk jalan tersebut, letaknya yang lebih tinggi dari jalan menjadikan saluran ini seperti tembok yang memagari jalan tersebut.

Saluran yang oleh warga Kota Magelang dikenal dengan Kali Kotak ini merupakan salah satu  bangunan peninggalan Kolonial Belanda. Ada sebuah prasasti yang menuliskan tanggal 1 Oktober – 31 Desember 1930. Dari sumber sejarah menyebutkan tanggal tersebut merupakan tanggal direhabnya saluran tersebut sehingga terlihat seperti sekarang. Read the rest of this entry

Menara Air

Standard

Menara Air Kota Magelang

Bangunan tua jaman kolonial Belanda memang tidak perlu diragukan kualitasnya. Walaupun umurnya sudah mencapai ratusan tahun, namun bangunan itu masih berfungsi dengan baik. Dari puluhan bangunan tua yang ada di Kota Magelang, menara air/water toren [Bahasa Belanda]/water tower[Bahasa Inggris] atau sebagian masyarakat Magelang lebih menyebutnya sebagai kompor raksasa. Hal ini dikarenakan bentuk bangunan tersebut sepintas mirip dengan kompor minyak, hingga saat ini bangunan yang terletak di pojok alun-alun Kota Magelang ini masih berfungsi dan digunakan tempat penampungan air oleh PDAM Kota Magelang. Bangunan yang dibuat seorang arsitek Belanda ini dulunya memang dibangun sebagai tempat penampungan untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat Kota Magelang.

Menara air yang terkenal sebagai Land Mark nya Kota Magelang ini dibangun oleh seorang arsitek kebangsaan Belanda yang bernama Herman Thomas Karsten. Menara yang menampung 1,750 juta liter air ini mulai dibuat pada tahun 1916 dan secara resmi beroperasi melayani masyarakat pada tanggal 2 Mei 1920. Menara ini memiliki tinggi 21,2 meter dan dibangun dengan 32 pilar. Bangunan ini mulai dioperasikan dan bisa mencukupi kebutuhan air masyarakat Kota Magelang pada tahun 1920. Read the rest of this entry

Kampung Kwarasan

Standard

Kampung Kolonial Kwarasan

Jika melintas di kampung Kwarasan, Kelurahan Cacaban, Kelurahan Magelang Tengah. Kita bisa melihat deretan bangunan yang bentuknya hampir sama. Dilihat dari bentuk fisiknya, bisa ditebak bangunan tersebut merupakan bangunan tua yang sudah lama berdiri. Kampung tersebut memang termasuk salah satu bangunan bersejarah peninggalan Belanda dan termasuk bangunan cagar budaya yang terdaftar dengan nomer 11-71/MGA/TB/27.

Nama Kwarasan berasal dari bahasa jawa, kewarasan (kesehatan). Pembangunan kampung ini memang bertujuan untuk memberikan kesehatan kepada penghuninya. Pada awal tahun 1932, saat itu terjadi Mala Ise (Krisis Ekonomi). Saat itu Kota Magelang diserang wabah penyakit Pes, penyakit disebarkan oleh tikus. Read the rest of this entry

Museum Bumiputera 1912 Kota Magelang

Standard

Museum Bumiputera Kota Magelang

Berkunjung ke museum, selalu ada ilmu yang diperoleh. Baik langsung ataupun tidak, kita dipaksa menerawang ke masa lalu. Seperti halnya saat berkunjung ke Museum Bumiputera di Jl A. Yani Kota Magelang. Apa saja koleksi uniknya?

Barangkali banyak yang tidak tahu dengan salah satu museum yang ada di Kota Magelang ini. Padahal secara geografis, lokasinya cukup strategis. Yakni berada di pinggir jalan A. Yani beberapa puluh meter sebelum alun-alun Kota Magelang jika dari arah Semarang. Tepatnya sebelah barat jalan.

Museum yang dibangun dengan gaya khas Joglo itu menyimpan sejarah luarbiasa. Khususnya terkait perjalanan dunia perasuransian Indonesia. Sekilas, orang pasti tidak menduga kalau museum yang terlihat dingin tersebut menyimpan koleksi-koleksi unik. Read the rest of this entry

RIWAYAT 3 PLENGKUNG DUA DIRUBAH SATU TIDAK TERAWAT

Standard

Plengkung Jalan Piere Tendean Kota Magelang

Air merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan. Dalam usaha mencukupinya berbagai macam sarana dan insfrastuktur pun dibangun. Hal itu pun terjadi di Kota Magelang. Untuk menjukupi kebutuhan air masyarakat maka dibangunlah saluran air lengkap dengan fasilitas yang menjamin air tersebut sampai ke tujuannya.

Sejak zaman kolonial, Kota Magelang memang diproyeksikan menjadi sebuah pemukiman yang nyaman. Untuk mendukung kenyamanan tersebut, maka dibangunlah saluran air kota (Boog Kotta Leiding). Saluran tersebut mengambil air dari Kali Manggis, Kampung Pucangsari, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang. Selain dibangun untuk mencukupi kebutuhan air rumah, saluran tersebut juga digunakan untuk membersihkan limbah rumah tangga dari pemukiman warga. Untuk mencapai fungsi itu, maka diperlukan saluran air yang memiliki tekanan. Maka dipilih pemanfaatan energi grafitasi. Read the rest of this entry

Jejak Spoor

Standard

Gerbong Tua di Bekas Stasiun Kereta Api Kebonpolo

Gerbang kereta api tua, warna hijau yang telah pudar, teronggok diantara bangunan yang terawat. Besi dan kayu lapuk lengkap dengan roda masih terlihat kokoh berdiri. Setidaknya keberadaan gerbang kereta itu menjadi petanda, dahulu tempat itu adalah stasiun kereta api Kebonpolo, Kota Magelang. Sebuah situs sejarah zaman penjajahan hingga revolusi merebut kemerdekaan.

Kini tempat itu menjadi subterminal angkutan kota. Di situ memang masih banyak penumpang, tapi tak lagi menunggu kereta dari Yogyakarta atau Bedono Semarang. Mereka menunggu kedatangan angkutan kota, yang tiap detik dan menit berlalu-lalang di bekas stasiun tersebut.

Ya, begitulah sepintas kondisi stasiun Kebunpolo sekarang ini. Tak ada yang merawat dan apalagi merenovasinya. Lembaga atau instansi yang membawahi keberadaan situs itu, tak jelas.  Pemkot selama ini meminjam aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk dimanfaatkan menjadi terminal. Pada tahun 2002 pernah digulirkan wacana Pemkot meminta aset itu kepada PT KAI, untuk penataan tata ruang kota yang lebih bagus lagi. Read the rest of this entry

Komoenitas Kota Toea Magelang Hunting Kota Toea, Datangi Para Pelaku Sejarah

Standard

Komunitas Pedjinta dan Pelestari Kota Toea Magelang

Kota tua, bukan hanya sebuah bangunan dengan sebuah nilai artistik yang khas, namun jika berusaha digali bangunan tersebut juga banyak menyimpan sebuah sejarah. Inilah yang berusaha digali komunitas yang menamakan diri mereka Komoenitas Kota Toea Magelang.

BANGUNAN tua dan bangunan modern yang banyak berdiri sekarang ini sangat m

udah untuk dibedakan, dengan sekali melihat bentuk fisiknya tentu kita tahu apa yang membedakannya. Namun untuk mengetahui sejarah apa yang terkandung didalamnya kita perlu membuka-buka buku sejarah atau tanya sana sini dan mengumpulkan informasi dari para saksi dan pelaku sejarah. Read the rest of this entry